Rabu, 17 Jun 2026 06:36 WIB

Perjalanan Kasus Mutilasi: Tinder hingga Apartemen Kalibata City

Ilustrasi korban mutilasi (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi korban mutilasi (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Korban pembunuhan dan mutilasi berinisial RHW (32) yang jasadnya ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, diketahui mengenal salah satu tersangka, yakni LAS. Korban dan tersangka sudah saling mengenal sejak satu tahun belakangan melalui aplikasi Tinder.

"Jadi antara korban dan tersangka LAS sudah lama saling mengenal melalui aplikasi Tinder. Mereka sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan korban juga meminta nomor WhatsApp tersangka," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Nana mengungkapkan, korban dan tersangka LAS pun membuat janji bertemu di sebuah apartemen di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 7 September 2020. Mereka memesan satu unit kamar di apartemen tersebut untuk jangka waktu mulai tanggal 7-12 September 2020.

Namun, tersangka LAS bersama kekasihnya, yakni DAF telah menyiapkan rencana untuk membunuh korban pada 9 September 2020. Sebab, mereka berniat menguasai harta benda milik korban.

"Saat itu, tersangka DAF sudah berada di dalam kamar mandi menunggu kedatangan korban. LAS dan korban sempat berbincang dan berhubungan (intim)," jelas Nana.

Saat sedang melakukan hubungan intim, sambung Nana, tersangka DAF langsung membunuh korban dengan cara memukul kepalanya sebanyak tiga kali menggunakan batu bata yang sudah disiapkan. Selain itu, tersangka juga menusuk korban dengan pisau sebanyak tujuh kali.

Melihat korban telah meninggal dunia, pasangan kekasih itu pun memikirkan cara untuk menyingkirkan jasad RHW. Mereka akhirnya memutuskan untuk memutilasi korban dengan menggunakan gergaji dan golok.

Tersangka DAF memotong tubuh korban menjadi 11 bagian. Potongan-potongan tubuh korban itu akhirnya dibungkus menggunakan kantong plastik dan ditaruh ke dalam dua koper serta satu tas ransel.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Selanjutnya, kedua tersangka juga menyewa satu unit kamar di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan untuk menyimpan potongan tubuh korban. Mereka memindahkan koper dan ransel dengan menaiki taksi daring.

"Selanjutnya, mereka memindahkan koper yang berisi potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City," ujar Nana.

Kedua tersangka diketahui menguras isi rekening korban senilai Rp 97 juta. Uang itu digunakan tersangka untuk membeli emas dalam berbagai ukuran, satu unit sepeda motor, dan menyewa satu rumah di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kepada polisi, para tersangka mengaku akan mengubur jasad korban di pekarangan rumah yang mereka sewa itu. Namun, rencana pasangan kekasih itu gagal lantaran polisi sudah lebih dulu menemukan potongan tubuh korban yang disimpan di Apartemen Kalibata City.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 365 KUHP. Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.