Jumat, 19 Jun 2026 13:39 WIB

Korban Investasi Proyek Bansos Diduga Bodong Melapor ke Polda Jatim

Korban investasi diduga bodong saat melapor ke Polda Jatim
Korban investasi diduga bodong saat melapor ke Polda Jatim

jatimnow.com - Sejumlah orang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu (16/9/2020). Mereka mengaku menjadi korban investasi bodong bermodus proyek bantuan sosial (bansos) beras untuk Pandemi Covid-19.

Sedikitnya ada 9 orang yang mengaku menjadi korban dan membuat laporan polisi (LP) di SPKT Polda Jatim. Mereka mengaku kehilangan uang hingga miliaran.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Kami bawa bukti perjanjian investasi, transaksi perbankan dan persyaratan lainnya. Kami melaporkan Jessica Nur Kharisma Nawawi, warga Jalan Gelora, Jombang. Dia menggelapkan dana nasabah hampir Rp 3 miliar," terang Citra Bagus Ari Ma'ruf Nur Febrilmas, salah satu pelapor.

Citra menambahkan, investasi diduga bodong itu berkedok penanaman modal berjangka yang digunakan untuk distribusi bantuan sosial berupa beras 30 ton per harinya. Sedangkan bagi penanam modal akan memperoleh keuntungan Rp 1,5 juta setiap hari.

"Awalnya investasi itu ditawarkannya jika ada proyek bansos dan butuh dana awal Rp 106 juta. Proyek pertama kali itu pada 16 juni 2020. Proyek itu mengerjakan atau mengirimkan 30 ton beras setiap hari. Jadi setiap hari kita mendapatkan untung sebesar Rp 1,5 juta," jelas Citra.

Menurutnya, memang di awal dirinya dan korban lain sudah pernah dikasih keuntungan. Namun diminta lagi dengan alasan ada proyek kedua. Saat itu pelaku menjelaskan jika proyek pengiriman beras hingga Ambon dengan kebutuhan tambahan modal Rp 303 juta.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

"Lalu ada proyek lagi lanjutan Rp 165 juta, ada lagi proyek bahkan dikirim ke Ambon katanya gitu. Dan terakhir saya transfernya itu di angka Rp 303 juta," ungkapnya.

"Dari keuntungan awal itu memang nambah. Dan imbasnya itu saya hanya mendapatkan Rp 103 juta saja. Pada akhirnya tanggal 29 Agustus kemarin dia menghilang dan kami cek kerumahnya, orang rumahnya tidak tahu-menahu kalau ada masalah sehingga menghilang sampai detik ini," beber Citra.

Citra menyebut bahwa dirinya dan korban lain juga sudah menanyakan kepada pihak pertama sebagai lokasi penggilingan beras sesuai yang tertera di surat perjanjian.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

"Ternyata pelaku tidak pernah setor ke pihak pertama sebagaimana yang tertera pada surat kerjasama. Surat perjanjian itu yang menyeting Jessica. Kami awalnya tidak curiga, tapi ternyata pihak pertama atau tempat penggilingan gabah itu juga tidak pernah menggarap pesanannya Jesicca," ulasnya.

"Kami di sini ingin laporan ke Polda Jatim agar Jessica ditangkap dan segera diadili supaya tidak ada korban-korban lagi. Dan bersama saya ini ada 8 orang korban yang bernasib sama seperti saya," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.