Jumat, 19 Jun 2026 20:21 WIB

Demi Sekolah Anak, Yasir Tetap Menjahit Meski Terdampak Covid-19

Yasir saat menjahit pakaian pesanan pelanggan
Yasir saat menjahit pakaian pesanan pelanggan

jatimnow.com - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Yasir Abdul (48), warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo menjahit dan memermak pakaian-pakaian bekas milik pelanggannya.

Setiap hari, Yasir mangkal di sebuah bedak Pasar Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. 25 tahun sudah Yasir menekuni pekerjaannya itu hingga berhasil mengantar anaknya kuliah di perguruan tinggi.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Alhamdulillah anak saya yang nomor satu sudah bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di IAIN Jember," ungkap Yasir, Rabu (9/10/2020).

Yasir mengaku, dalam sehari, dia mendapat hasil Rp 120 hingga 150 ribu dari jasanya memermak pakaian bekas.

"Dari hasil kerja ini saya kumpulkan dan saya sisihkan untuk pendidikan anak," jelasnya.

Yasir mendapat keahlian menjahit dari belajar dan mengikuti kursus saat dirinya duduk di bangku SMA.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Akhirnya keahlian ini menjadi mata pencaharian saya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan pendidikan anak saya," ujar pria kelahiran Kabupaten Jember itu.

Hingga hari ini, Yasir dikaruniai lima orang anak, yang semunya menempuh pendidikan. Keinginan anaknya bisa lulus perguruan tinggi memang menjadi impian dan cita-cita Yasir. Sebab dia ingin anaknya bisa menjadi orang sukses, tidak seperti dirinya.

"Saya ingin memberikan ilmu kepada anak-anak saya dengan jalan saya sekolahkan mereka. Sehingga kelak dia menjadi orang yang berhasil. Biarlah saya yang bekerja sebagai penjahit ini," tambahnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Di masa Pandemi Covid-19, Yasir mengakui bahwa pendapatannya mengalami penurunan yang cukup besar. Namun dalam dua bulan terakhir, pendapatannya berangsur-angsur normal.

"Kalau tiga bulan kemarin warga yang datang untuk memperbaiki pakaian jarang sekali. Mereka rata-rata takut keluar karena Corona," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.