Rabu, 17 Jun 2026 06:35 WIB

Viral Video Harimau Sumatera dengan Kondisi Kurus, Ini Penjelasannya

Harimau Sumatera bernama Baksi (foto: Sahlul Fahmi)
Harimau Sumatera bernama Baksi (foto: Sahlul Fahmi)

jatimnow.com - Sebuah video yang memperlihatkan seekor Harimau Sumatera dengan kondisi tubuh kurus yang diunggah akun Instagram @ndorobeii menjadi viral. Video berdurasi 00.13 detik itu diposting Senin (7/9/2020).

Dalam video itu tertera tulisan "Ya Allah gak tega lihat perutnya". Akun intagram @ndorobeii juga menyebut lokasi harimau itu berada di Kebun Binatang dan Goa Maharani yang terletak di Kecamatan Paciran, Lamongan.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Karena dinilai kontroversial, postingan tersebut pada Selasa (8/9/2020) telah disukai 17.527 dan 1.447 komentar. Viralnya video ini ternyata didengar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik, RM Wiwied Widodo, mengatakan jika dirinya baru menerima kabar mengenai seekor harimau Sumatera yang terdapat di Kebun Binatang dan Goa Maharani.

"Malam itu kami meminta konfirmasi melalui telepon kepada pihak pengelola Kebun Binatang dan Goa Maharani. Jawaban mereka video tersebut tidak benar," kata Wiwied saat ditemui jatimnow.com di Kebun Binatang dan Goa Maharani, Selasa (8/9/2020).

Ia melanjutkan, paginya pihak KSDA Provinsi Jawa Timur langsung mengirimkan tim yang terdiri dari dokter hewan KSDA dan Wildlife Rescue Unit untuk melakukan verifikasi terhadap Harimau Sumatera yang sedang viral.

Wiwied melanjutkan pengelolaan yang dilakukan oleh pihak managemen Kebun Binatang dan Goa Maharani selama ini tidak ada kejanggalan atau kekurangan. Semuanya sudah sesuai prosedur dan standart operasional yang berlaku.

"Setiap tiga bulan sekali kami mendapat report dari pihak managemen Kebun Binatang dan Goa Maharani mengenai pengelolaan dan pengembangan satwa yang ada di sini. Bahkan record penyakit masing-masing hewan di sini selalu dilaporkan kepada KSDA," ucapnya.

Tapi karena ada video Harimau Sumatera yang sedang viral tim KSDA melakukan verifikasi secara langsung ke lokasi.

"Tadi pagi kami sudah melihat kondisi Harimau Sumatera tersebut. Verifikasi pertama kita lakukan dengan melihat secara morfologi (bentuk fisik) masih ideal," terang Wiwied.

Verifikasi kedua pengecekan rekam medisnya dengan meminta dokumen dari dokter hewan yang selama menangani harimau beserta hewan-hewan lainnya yang terdapat di Kebun Binatang dan Goa Maharani.

"Kategori kurus karena sakit itu bisa gangguan pencernaan dan cacingan. Tapi setelah kami cek dari data yang ada, kita tidak menemukan gangguan pencernaan maupun cacingan, karena harimau tersebut telah diberi obat anti cacing secara berkala oleh dokter hewan Kebun Binatang dan Goa Maharani," jelasnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Verifikasi ketiga adalah asupan nutrisi apakah selama ini harimau tersebut asupan gizinya cukup atau justru kurang. Dari sini tim KSDA menemukan cacatan record yang teregister mengenai pemberian nutrisi kepada Harimau Sumatera yang dimaksud.

"Ternyata nutrisi yang diberikan kepada harimau sudah sesuai standart, yakni berupa daging sebanyak 4 sampai 5 kilogram per hari," paparnya.

Setelah melakukan verifikasi di atas kemudian tim KSDA mencari kronologis dari Harimau Sumatera yang diketahui bernama Baksi ini ternyata lahir pada tahun 2005 di Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

Setelah umur satu tahun (2006), Baksi dipindah ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Dan pada tahun 2008 Baksi dipindah ke Kebun Binatang dan Goa Maharani hingga sekarang.

"Berarti usia Baksi saat ini mencapai 15 tahun. Sedang ukuran usia Harimau Sumatera di alam bebas, pada usia 15 hingga 18 tahun merupakan usia senja sebelum akhirnya meninggal dunia. Tapi jika melihat kondisi Baksi saat ini masih cukup sehat dan ideal, tidak seperti yang tampak dalam video yang viral itu," pungkas Wiwied.

Sementara Ligaya Ita Tumbelaka, dokter hewan yang menjadi studbook keeper harimau Sumatera mengungkapkan jika berat badan Baksi saat ini adalah 103 kilogram.

Baca Juga: Sopir Angkutan Pelaku Intimidasi Turis Asal China di Probolinggo Minta Maaf

Perempuan yang juga staf pengajar di Institut Pertanian Bogor tersebut menambahkan untuk ukuran ideal harimau Sumatera seusia Baksi berkisar antara 95 hingga 115 kilogram.

"Jadi berat si Baksi ini masih normal," kata Ligaya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.