Senin, 15 Jun 2026 07:03 WIB

Bocah Perempuan asal Lamongan yang Hilang Ditemukan di Terminal Bunder

Bocah perempuan yang hilang telah ditemukan
Bocah perempuan yang hilang telah ditemukan

jatimnow.com - Sempat hilang selama 2 minggu, Lisda Permata Dwi Khomairoh (5), asal Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, Lamongan akhirnya ditemukan di Terminal Bunder, Gresik.

Mulyani, nenek Lisda menceritakan kisah penemuan bocah perempuan itu berawal dari pemilik salah satu warung di Terminal Bunder melihat anak perempuan yang ciri-cirinya mirip dengan foto yang telah tersebar di media sosial. Anak tersebut turun dari bus bersama seorang pengamen perempuan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Baca juga: Bocah Perempuan 5 Tahun asal Lamongan Dilaporkan Hilang

"Pemilik warung itu lalu menelepon saya, kemudian saya meminta tolong untuk difotokan. Tapi pemilik warung itu justru melakukan video call sehingga saya bisa langsung bertatap muka dengan Lisda. Begitu saya pastikan itu Lisda, saya bersama adik langsung menuju Terminal Bunder," kata Mulyani, Jumat (4/9/2020).

Sambil menunggu kedatangan Mulyani, pemilik warung menahan Lisda dan seorang perempuan berprofesi sebagai pengamen yang selama ini merawat Lisda.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

"Pengamen ini sebelumnya bertemu Lisda di Terminal Bunder. Karena tidak menemukan orang tua Lisda, akhirnya Lisda diajak ngamen berkeliling hingga ke Surabaya dan Sidoarjo. Alhamdulillah, cucu saya dirawat dengan baik oleh pengamen ini," ujarnya.

Mulyani mengaku berterimakasih kepada pengamen dan kepada pemilik warung di Terminal Bunder yang telah menghubunginya dengan cepat dan sigap dalam mengamankan keberadaan Lisda di Terminal Bunder

"Dan saya juga berterima kasih kepada admin-admin grup Facebook serta waganet yang selama ini turut berperan dalam pencarian bagi Lisda," ujarnya.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Mulyani menambahkan setelah mendapat keterangan dari pengamen yang merawat Lisda selama hampir dua minggu, maka dirinya kemudian bisa menerima penjelasan tersebut dengan lapang dada. Menurutnya yang terpenting, saat ini Lisda sudah kembali kepada keluarga dalam kondisi sehat walafiat.

"Kejadian ini terjadi karena ada salah paham antara pengamen dengan orang tua Lisa. Karena itu begitu mendengar penjelasan dari pengamen, baru saya bisa terima sepenuh hati. Dan kasus ini kami selesaikan kekeluargaan," pungkas Mulyani.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.