Kamis, 11 Jun 2026 09:38 WIB

Kisah Maling dan Ilmu Sirep yang Membuatnya Bertobat

Ilustrasi seorang pria sedang menulis cerita/jatimnow.com
Ilustrasi seorang pria sedang menulis cerita/jatimnow.com

jatimnow.com - Di tengah masyarakat sering bersliweran cerita soal ilmu sirep, ilmu yang mampu membuat siapapun tertidur pulas. Sayangnya, ilmu sirep ini selalu dikaitkan dengan peristiwa pencurian atau aksi kejahatan lainnya.

Lantas benarkah ilmu sirep memang dipakai para pencuri untuk memuluskan aksinya?

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

Sebut saja namanya Keling. Laki-laki yang tinggal di salah satu desa tepian hutan di Banyuwangi Selatan itu sebelumnya adalah seorang maling yang licin. Itu karena dia mengaku memiliki ilmu sirep.

"Saya diajari seseorang. Saya tidak minta waktu itu. Karena penasaran akhirnya saya mau," ucap Keling memulai ceritanya kepada jatimnow.com, di penghujung Agustus 2020.

Pria berperawakan kurus itu menyebut bahwa ilmu sirep yang dimilikinya sangat mudah dipelajari. Menurutnya, siapapun pasti bisa menguasai. Modalnya yaitu keyakinan yang kuat dan dibutuhkan nyali serta disiplin yang tinggi.

"Karena pada prakteknya, ilmu sirep akan berfungsi di waktu yang tepat dan berani menanggung risiko magisnya," ungkapnya.

Dia menyebutkan, acap kali selesai menggunakan ilmu sirepnya untuk beraksi, ada semacam tebusan yang diminta ilmu sirep itu sendiri. Paling sering Keling harus rela tidak tidur untuk beberapa hari ke depan.

"Tidak bisa tidur sampai beberapa hari, saya juga tidak tahu kenapa seperti itu. Kesehatan badan yang terganggu," ungkapnya lagi sambil tertawa kecil.

Ilmu sirep juga bisa membius hewan, seperti anjing, kambing, sapi dan hewan lainnya. Dari kondisi terjaga lalu mendadak terbius dalam waktu singkat.

Baca Juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Maling Spesialis Rumah Kosong, Beraksi di 13 TKP

"Dulu, jika lokasi yang akan saya masuki ada anjing penjaga, maka otomatis anjingnya dulu kena sirep," jelas pria berkulit hitam ini.

Pernah, lanjut Keling, saat pertama kali menggunakan ilmu sirep, dia menyasar sebuah perkantoran yang di halaman depannya berkeliaran tiga ekor anjing dan sejumlah orang penjaga.

"Saya ingat betul pertama kali menggunakan sirep di sebuah kantor. Anjing-anjing yang semula menggonggong keras tiba-tiba tertidur setalah saya sirep," kenangnya.

Kata Keling, hal yang sama juga terjadi pada dua orang penjaga yang berada di pos keamanan. Para penjaga yang semula terlihat duduk menonton televisi, ternyata sudah tidur dalam posisi duduk di kursi masing-masing.

"Saya lantas bebas masuk ke dalam, tapi hanya memeriksa memastikan jika ilmu sirep berhasil saya kuasai. Karena memang mau ngetes ilmu saja," kenangnya lagi pada cerita yang sudah puluhan tahun berlalu.

Baca Juga: Pencurian Plakat Jalan di Probolinggo Bikin Geram, Segini Taksiran Harga Bos Besi Tua

Lambat laun Keling sadar jika dia sebenarnya tidak menguasai ilmu sirep. Namun dikuasai oleh ilmu sirep. Sebab ilmu sirep telah membuatnya menabrak moral dan hukum yang merugikan orang lain. Dia pun bertobat dan tak pernah lagi mencuri.

"Ilmu apapun jika membuat kita tidak baik kepada orang lain maka sebetulnya kita yang kalah," cetusnya yang seolah menyesali masa lalunya.

Semenjak itu, Keling enggan untuk menggunakan ilmu sirepnya atau bahkan mewariskan ilmu itu kepada orang lain. Dan bahkan berhenti melakukan pencurian meski situasi ekonomi sedang sulit.

"Awalnya sulit untuk tidak mencuri, tapi saya bisa meninggalkannya. Lah saya pikir mencuri juga tidak membuat saya kaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.