Rabu, 10 Jun 2026 11:08 WIB

Keren, Pria asal Gresik ini Hobi Melepas Burung ke Alam Bebas

Faruq saat melepas burung ke alam bebas
Faruq saat melepas burung ke alam bebas

jatimnow.com - Banyak orang memburu berbagai jenis burung di alam bebas. Namun tidak bagi Ahmad Faruq (37), warga Jalan Jamrud, Perumahan Kota Baru, Driyorejo, Gresik yang justru memiliki hobi melepas burung-burung ke alam bebas.

Pria yang bekerja sebagai pegawai di salah satu toko onderdil kendaraan bermotor di Surabaya itu telah melepas ratusan ekor burung berbagai jenis, mulai dari derkuku, perkutut, kutilang, trucuk hingga murai batu.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Faruq mengaku bahwa hobinya itu tumbuh lantaran sejak kecil dirinya suka melihat burung terbang di alam bebas. Baginya, saat melihat burung-burung yang hinggap di pepohonan sambil berkicau adalah sebuah kenyamanan tersendiri.

"Mendengar kicau burung di alam bebas adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Karena itu adalah nikmat dari Allah SWT. Dan dari alam untuk alam," ungkap Faruq kepada jatimnow.com, Senin (31/8/2020).

Aksi Faruq itu ia lakukan secara mandiri dengan cara menernak burung murai batu di pekarangan rumahnya. Aktivitas itu dilakukan Faruq selepas pulang kerja atau saat libur.

"Dari hasil ternak murai batu ini hasilnya saya belikan burung derkuku, perkutut, kutilang, trucuk untuk kemudian saya lepas ke alam bebas. Saya juga melepas burung murai batu ke alam bebas. Dan sebelum dilepas, saya pastikan kesehatannya terlebih dulu," tuturnya.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Menurut Faruq, induk-induk yang telah dilepasnya itu sebagian besar masih sering pulang untuk melihat atau memberi makan anak-anaknya. Bahkan sebagian burung yang dilepasnya banyak yang kemudian membuat sarang dan berkembang biak di pepohonan yang berada di sekitar perumahan.

Saat ditanya tujuan dan harapan aktivitasnya melepas burung ke alam bebas, Faruq menjawab hal itu dilakukan semata-mata karena dirinya ingin agar generasi mendatang tetap bisa melihat bentuk dan menikmati kicauan berbagai macam jenis burung di alam bebas.

"Tujuan saya supaya kelak anak cucu bisa melihat bentuk dan kicau aslinya. Bukan melihatnya dari layar handphone," tambahnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Faruq juga berpesan agar masyarakat yang memiliki kebiasaan menembak burung untuk segera menyadari bahwa alam beserta isinya bukan milik generasi sekarang, tetapi juga milik generasi mendatang. Karena itu dirinya berharap penembak burung menghentikan kebiasaan buruknya tersebut.

"Generasi mendatang juga berhak menikmati keindahan bentuk dan kicau berbagai macam jenis burung yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.