Jumat, 19 Jun 2026 19:53 WIB

Warga Magetan Siap Menerima Jenazah Keluarga Bomber Gereja Surabaya

  • Penulis :
  • | Jumat, 18 Mei 2018 08:53 WIB
Keluarga Dita Oeprijanto/Istimewa
Keluarga Dita Oeprijanto/Istimewa

jatimnow.com - Sempat ditolak pemakaman diberbagai daerah, jenazah keluarga Puji Kuswati istri dari Dita Oeprijanto bomber tiga gereja di Surabaya akhirnya diterima di Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Warga dan aparat desa setempat menyatakan siap menerima jenazah keluarga Puji bersama dengan suami dan empat anaknya. Rencananya mereka bisa dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

"Bumi dan isinya ini milik Allah SWT, dan itu menjadi pertimbangan saya dan warga disini (Desa Krajan) bersedia menerima jenazah Puji Kuswati dan keluarganya. Kami tidak punya hak menolak bila keluarga Puji Kuswati di makamkan di sini," kata Mujiono, Jumat (18/5/2018) melalui sambungan telepon.

Ia beralasan Puji Kuswati sejak bayi hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi kesehatan di Surabaya, berdomisili di Desa Krajan bersama Pakdenya Rijan (80) dan almarhum budenya Sukar, di RT8/RW 2, Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

"Bagaimana pun Puji Kuswati warga kami meski sudah lama berdomisili di Surabaya. Pakde dan almarhum budenya adalah warga kami," katanya.

Ia mengaku, masih menunggu keputusan sepupu Puji, Kuswati dari Jakarta. Jadi tidaknya dimakamkan di sini (Desa Krajan), pihaknya tinggal menunggu berita dari sepupunya.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Ia menjelaskan, Puji Kuswati diasuh Pakde Rijan dan Bude Sukar di Desa Krajan sejak usia 18 bulan sampai kuliah di Asper dan baru keluar dari KK (Kepala Keluarga) Pakde Rijan setelah menikah dengan Dita Oeprijanto.

"Yang benar Puji Kuswati diasuh Mbah Rijan sejak usia 18 bulan, saya lebih tua tiga tahun dengan almarhum Puji Kuswati. Jadi saya masih paham wajah dan perangainya, kalau disapa hanya senyum malu-malu,"ujar Mujiono.

Puji Kuswati, lanjut Kades Mujiono, setelah lulus dari SMAN 2 Magetan melanjutkan ke Akademi Perawat (Akper) RSI Surabaya, dan melanjutkan ke Strata dua di Australia.

Baca Juga: Dari Cikeas Bogor, Napiter Asal Gresik dan Malang Dipindah ke Kediri

"Puji Kuswati kabarnya pernah menjadi PNS di Kementerian Keuangan. Saya pribadi dan warga di Krajan Parang tidak mengira Puji Kuswati berani melakukan itu, kemungkinan pengaruh dari suaminya," katanya.

Reporter: Mia Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.