Rabu, 17 Jun 2026 22:52 WIB

Ini Motivasi dari dr Tirta Pada Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas

dr Tirta Mandira Hudhi berikan motivasi pada para penerima beasiswa Banyuwangi
dr Tirta Mandira Hudhi berikan motivasi pada para penerima beasiswa Banyuwangi

jatimnow.com - Dinas Pendidikan Banyuwangi mendatangkan Tirta Mandira Hudhi, atau yang lebih populer dipanggil dokter Tirta di Sarasehan Inspirasi untuk memberikan motivasi pada para penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas , Jumat (14/8/2020) petang.

Di sarasehan yang diikuti ratusan penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas mulai 2011 itu, dr. Tirta menceritakan jalan hidupnya terutama kiat untuk tetap mandiri di tengah situasi sulit, seperti pandemi saat ini.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Tirta berbagi cerita perjalanan hidupnya hingga bisa memiliki 62 usaha jasa perawatan dan cuci sepatu premium di berbagai daerah.

Alumni Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta itu mengaku selama menempuh pendidikan formal juga merupakan penerima beasiswa. Bahkan dia sempat menolak berbagai beasiswa dari luar negeri. Namun, bagi Tirta meski mendapat beasiswa tetap harus ada hal lain perlu dibanggakan.

"Memang bangga dapat beasiswa, Tapi yang terpenting adalah bisa mandiri dan melakukan sesuatu untuk orang lain. Itu sesuatu yang harus kita banggakan," kata pria yang berhasil lulus di tahun 2013 dengan predikat cumlaude itu.

Hal itu dia lakoni saat kuliah. Selain aktif kuliah dan berorganisasi Tirta juga mulai menjalankan usaha. Dia mulai usaha jual beli sepatu, membeli sepatu dan menjualnya kembali. Ternyata usahanya berjalan lancar.

"Namun bisnis saya pernah bangkrut. Saya pernah kulakan beli sepatu senilai Rp 50 juta, tapi yang datang kiri semua. Saat itulah saya jatuh, bahkan saya harus makan nasi aking dan sarden tiap hari," katanya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tapi tak lama dia bangkit. Dia membuka bisnis jasa perawatan dan cuci sepatu premium. Dari bisnis itu ternyata berjalan mulus. Hingga akhirnya kini dia memiliki 62 tempat perawatan dan cuci sepatu dengan lebih dari 300 karyawan. Selain itu Tirta juga menjadi pengamat sepatu sneakers.

Tirta lalu berbagi tips pada para penerima Banyuwangi Cerdas. Hal yang diperlukan dalam membangun usaha ada tiga hal. Circle (lingkungan), manajemen keuangan, dan citra.

"Biasanya mahasiswa kedokteran lingkaran lingkungannya hanya mahasiswa kedokteran. Tapi saya dulu punya banyak teman di luar kedokteran, sehingga membuat pikiran saya terbuka," kata Tirta.

Selain itu yang penting adalah manajemen keuangan. Masalah yang sering terjadi saat memulai usaha adalah cara mengatur keuangan. Bagi yang memulai usaha harus memiliki banyak rekening, untuk membedakan mana rekening untuk pemasukan dan pengeluaran.

"Yang terpenting lagi adalah citra. Bagaimana bisa membuat citra produk baik di mata konsumen," pesannya.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

Selain dokter Tirta, sarasehan ini juga menghadirkan Ketua Tim PKK, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Dalam kesempatan itu, Ipuk juga memotivasi peserta beasiswa agar mengasah skill-nya selama pandemi ini.

"Pembelajaran saat ini banyak dilakukan secara daring, maka manfaatkan waktu yang lebih longgar ini untuk menambah dan memperdalam ketrampilan dan passion kita," kata Ipuk.

"Seperti yang dilakukan dr. Tirta yang meskipun profesinya dokter, namun dia juga berhasil mengembangkan bisnis yang tidak berhubungan dengan pendidikan formalnya," imbuh Ipuk.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.