Kamis, 11 Jun 2026 08:36 WIB

7 Anak Bomber di Surabaya dan Sidoarjo Mulai Pulih dari Cidera

AS saat di RS Bhayangkara Polda Jatim.
AS saat di RS Bhayangkara Polda Jatim.

jatimnow.com - Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara, kondisi tujuh "saksi mahkota" yang merupakan korban sekaligus anak-anak  dari  bombers di Surabaya dan Sidoarjo berangsur membaik.

Salah satunya adalah AS (8), yang selamat dari insiden ledakan bom di pintu masuk Polrestabes Surabaya. Ia kini telah dipindahkan ke ruang perawatan.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera, Rabu (16/5/2018) mengatakan, secara fisik kondisi AS sudah mulai stabil. Karena sejak kemarin AS sudah mendapatkan perawatan medis seperti menjalani operasi luka di tangan.

"Secara fisik sudah stabil. Tapi tinggal kita menyembuhkan traumanya pasca ledakan itu. Mereka juga sudah bisa berkomunikasi dengan dokter dan perawat," katanya.

Barung mengatakan juga memberikan pendamping psikologi dan pelayanan ruang perawatan yang nyaman. Dengan tujuan relaksasi progresif untuk mencegah timbulnya kondisi stres akut.

"Bagi korban anak-anak dengan diberikan penanganan pereduksian ketegangan atau pengurangan stres. Kita juga berupaya memberikan rasa aman, nyaman dan tenang," tuturnya.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Selain bantuan psikolog, tambah Barung, pihaknya juga akan melibatkan keluarga untuk memberikan keterangan informasi berkaitan dengan peristiwa dan kondisi korban melalui konseling penyampaian berita buruk.

"Agar ia dapat menerima keadaan yang dialami, kami menerapkan proses konseling PFA (Psycological First Aid). Namun, jika ia bertanya keberadaan keluarga, kondisi kedaruratan medis yang ia alami. Kami meminta bantuan keluarga untuk memberikan informasi yang dibutuhkannya," tuturnya.

Namun, ia belum bisa memastikan berapa lama proses penanganan pada AS. Menurutnya, proses itu tidak bisa secara langsung, mengingat trauma yang diderita AS cukup berat.

Baca Juga: Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung Dimusnahkan

"AS masih merasa ketakutan saat berkomunikasi dengan beberapa orang. Sehingga kami tidak bisa memperkirakan butuh berapa lama. Dia masih butuh perawatan lanjutan, jadi belum bisa dipulangkan ke pihak keluarga," tambahnya.

Tujuh anak korban itu diantaranya tiga anak dari pelaku bom bunuh diri di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo, satu anak pelaku bom Polrestabes dan tiga anak terduga tersangka teroris di Jalan Sikatan Tandes.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.