Kamis, 18 Jun 2026 04:46 WIB

Cerita Anak Tinggal di Kandang Ayam Bersama Ibunya yang Seorang Janda

Indriana tengah belajar secara daring di kandang ayam yang kini jadi rumahnya
Indriana tengah belajar secara daring di kandang ayam yang kini jadi rumahnya

jatimnow.com - Penderitaan yang dialami Surati (48), seorang janda dengan dua anaknya bertambah di tengah Pandemi Corona.

Setelah bercerai dengan suaminya setahun lalu, ia kini tinggal di kandang ayam bersama kedua anaknya karena tidak memiliki uang untuk mengontrak rumah.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan itu juga harus memenuhi kebutuhan belajar Indriana Setya Rahayu (16), anaknya untuk belajar daring. Sedangkan anaknya yang satunya masih akan masuk TK.

Baca juga: Miris, Janda asal Magetan Tinggal di Kandang Ayam Bersama Dua Anaknya

Untuk Indriana anaknya yang kini duduk di kelas 1 SMKN 1 Magetan jurusan Bisnis Jaringan dan Pemasaran itu harus tetap belajar secara online karena sekolah masih ditutup.

Meski tinggal di kandang ayam, Indriana tetap belajar secara tekun dengan memperhatikan gawai miliknya untuk menyalin soal-soal yang diunduhnya.

"Saya terpaksa tinggal bersama ibu di kandang ayam setelah orang tua bercerai. Namun saya tetap semangat belajar untuk bisa membantu dan membelikan rumah ibu," katanya, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

Ia mengaku jika membantu ibunya untuk ngasak padi (mengumpulkan sisa-sisa padi di sawah warga usai dipanen) agar dapat membayar sekolah dan membeli pulsa handphone (hp) agar dapat digunakan belajar daring.

"Sebelumnya untuk bayar seragam sekolah Rp 1.700.000, saya ngasak sama ibu selama 2 bulan," ujar dia.

Untuk membeli hp, ia mengaku merelakan menjual perhiasan miliknya dan ibunya. Hp lama yang dimilikinya tak lagi mampu menunjang kegiatan belajarnya yang digunakan mendownload materi pengajaran.

"Kemarin jual perhiasan satu satunya milik saya dan ibu saya agar dapat HP karena HP lama sudah tidak bisa dipakai download," cerita Indriana.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

Sedangkan untuk kebutuhan internet, ia mengaku setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Ia membantu ibunya menganyam bambu yang dijadikan kerajinan besek. Murahnya harga besek membuat Indriana menganyam sampai malam.

"Satu ikat itu harganya Rp 60 ribu. Jadi ya harus sampai malam bantu nganyam biar bisa beli data," tukasnya sambil terisak.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.