Senin, 15 Jun 2026 19:42 WIB

Dewan Pertanyakan Laporan Keuangan Dinkes Kota Batu

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu kembali disorot oleh DPRD Kota Batu. Kali ini tentang laporan penggunaan anggaran yang belum disampaikan ke dewan menjelang perubahaan anggaran keuangan (PAK) yang direncanakan pada 11 Agustus 2020.

Sebelumnya, DPRD menyoroti tentang pelayanan dinkes usai adanya ibu yang melahirkan di kamar mandi.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Baca juga:  

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud mendesak Dinkes untuk segera memberikan laporan penggunaan keuangan. Sehingga bisa mengetahui dan mengukur efektivitas kinerja anggaran. Dewan berharap ada transparansi terhadap anggaran.

"Ya karena belum ada laporan secara detail terkait penggunaan anggaran, padahal PAK sudah mepet waktunya. Biar segera kita bahas," kata politisi Golkar ini, Kamis (5/8/2020).

Total anggaran Dinkes sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Batu mencapai Rp 40 Miliar.

Setelah PSBB ada penurunan anggaran karena refocusing menjadi Rp 33,792 Miliar. Anggaran Rp 33 miliar itu salah satunya bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Poin yang bakal ditanyakan yaitu penggunaan anggaran shelter. Awal mula, ungkap Didik, Dinkes merencanakan ada tiga shelter di setiap kecamatan, untuk menampung pasien Covid-19.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Namun kenyataanya, hanya ada 1 shelter yaitu Hotel Mutiara sebagai tempat rujukan pasien terkonfirmasi positif untuk menjalani isolasi.

"Harusnya Dinkes merevisi laporannya dan menyampaikan ke kami bersama kegiatan lainnya. Tapi belum ada laporan. Pasalnya, kalau hanya satu shelter yang digunakan, berarti yang terjadi hanya anggaran di shelter itu saja yang dipakai. Bagaimana pemanfaatan dua shelter lainnya serta anggarannya. Itu yang kami tanyakan," ujar dia menerangkan.

Sesuai data DPRD, per 4 Agustus 2020, jumlah pasien yang menjalani perawatan di shelter sebanyak tiga orang.

Sedangkan yang rumah ada tujuh orang. Sebelumnya dua shelter yang masuk dalam program adalah Asrama Bima Sakti dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

Baca Juga: Gudang Milik Dinkes Tulungagung Terbakar, Ini Penyebabnya

"Sampai sekarang belum ada pemberitahuan akan dimanfaatkannya dua tempat tersebut untuk merawat pasien," tandasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.