Minggu, 14 Jun 2026 10:29 WIB

Menengok 'Merajakani' Tradisi Khitan Anak Laki-laki Warga Suku Tengger

Tradisi Merajakani di Suku Tengger
Tradisi Merajakani di Suku Tengger

jatimnow.com - Setiap anak laki laki warga Suku Tengger yang telah berusia 10 tahun melakukan khitan dengan menggelar tradisi ritual 'Merajakani'.

Salah satu tokoh adat, Supoyo mengatakan tradisi ini merupakan adat istiadat leluhur secara turun temurun yang harus dilakukan bagi masyarakat Tengger Suku Tengger.

Baca Juga: Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

"Biasanya tradisi Merajakani dilakukan ketika anak sudah berusia kelas IV sekolah dasar," kata Supoyo, Kamis (6/8/2020).

Di dalam pelaksanaan tradisi Merajakani, ia menyebut biasanya orang tua dari anak yang akan dikhitan tersebut untuk menyediakan sejumlah persiapan dalam prosesi upacara adat.

"Salah satunya termasuk mencari hari pasaran yang bagus dan juga menyiapkan sejumlah sesejan diantaranya menyediakan ayam jago," terang dia.

Baca Juga: Program Khitan Door to Door akan Mudahkan Warga Madiun

Disebutkannya, pelaksanaan khitan tersebut dilakukan oleh seorang dukun sunat yang ada di wilayah Tengger.

"Dalam pelaksanaannnya dukun juga akan membacakan mantra-mantra dalam acara itu," lanjut dia.

Dijelaskannya, tradisi Merajakani merupakan pemotongan ujung alat kelamin anak yang dilakukan oleh dukun sunat mengunakan alat berupa pisau dan potongan kayu yang disebut sadaq.

Baca Juga: Grebeg Gunungan di Sidoarjo Disusupi Copet, 40 Warga Kehilangan HP dan Dompet

"Setelah prosesi oleh dukun biasanya warga juga bisa dilakukan secara medis," tegasnya.

Menurut Supoyo, tradisi Merajakani juga menegaskan hal itu dilakukan agar senantiasa anak tersebut bisa memiliki nasib baik kelak ketika sudah dewasa.

"Ini harus dilakukan setiap warga yang memiliki anak di usia itu untuk bisa menjalani ritual sunat," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.