Jumat, 19 Jun 2026 09:51 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Reklame Eri Dinilai Tidak Beretika: Rakyat Jangan Dibohongi

jatimnow.com - Munculnya reklame Eri Cahyadi yang 'tebar pesona' dinilai tidak patut. Pasalnya Eri sampai sekarang statusnya sebagai pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (ASN). Apalagi Eri sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

"Sebenarnya (pemasangan reklame) itu tidak patut. Kenapa, karena dia masih ASN," ujar politisi Golkar Pertiwi Ayu Krishna, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Baca juga: 

Ayu yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini mengatakan, tidak masalah bagi ASN yang ingin maju sebagai calon kepala daerah.

Asalkan yang bersangkutan harus mundur dari ASN sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota.

"Kalau memang niat mau maju. Ya maju saja silahkan, tapi harus mengundurkan diri (dari ASN)," tuturnya.

Ia mencontohkan, ketika notaris, pengacara, direktur atau komisaris di badan usaha milik negara atau daerah, maju sebagai calon legislatif pun harus mundur dari jabatan tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ayu yang juga penasehat Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, sebagai calon pemimpin harus memiliki etika juga. Pemasangan reklame itu, Eri juga dinilai tidak beretika.

"Calon pemimpin ya harus memiliki etika. Itu (reklame bergambar Eri) tidak beretika. Dia kan belum mengundurkan diri dari ASN. Buat siapapun tidak hanya Pak Eri, kalau mau maju ya harus beretika yang baik," tuturnya.

Apabila Eri nanti berkilah bahwa reklame tersebut bukan dirinya yang menyuruh pasang. Kata Ayu, masyarakat Surabaya bukan orang-orang bodoh.

"Kita-kita bukan orang bodoh. Masyarakat Surabaya nggak bodoh. Mereka sudah tahu, mau dibohongin apa. Apalagi sebelum-sebelumnya sudah sering membohongi. Rakyat jangan dibohongi lagi," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Seingat saya tentang pembangunan di kampung. Kan anggota dewan mengusulkan hibah untuk pembangunan di kampung. Ternyata ujung-ujung dicut (dibatalkan), alasannya inilah, itulah. Masyarakat sudah jenuh dengan kebohongan itu," tambahnya.

Salah satu ketua di Golkar Surabaya berharap, pemimpin Kota Pahlawan ke depan harus beretika dan hati yang bersih.

"Kalau mau maju, ya maju sajalah dengan baik, sesuai aturan dan hati yang bersih. Pesan saya, berilah contoh yang baik untuk rakyatnya," harap Ayu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.