Rabu, 24 Jun 2026 04:35 WIB

Mencicipi Segarnya Es Tebu di Mojokerto Ditemani Penjual yang Cantik

Penjual es tebu di  Jalan Raya By Pass Mertex Mojokerto
Penjual es tebu di Jalan Raya By Pass Mertex Mojokerto

jatimnow.com - Sekitar 19 lapak pedagang yang berjualan es tebu berjejer sepanjang Jalan Raya By Pass Mertex Mojokerto.

Lokasi tersebut menjadi tempat favorit bagi para pengendara untuk sekedar melepas lelah sehabis perjalanan jauh sambil menikmati es tebu ditemani penjaga dan penjual es tebu yang cantik.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Saat jatimnow.com mencoba mencicipi es tebu yang banyak dibicarakan warganet itu, langsung disambut oleh dua penjualnya.

Dua penjual es tebu itu yakni Raselia Indah (28), asal Kecamatan Dlanggu dan Dina Septi (37), dari Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

"Diminum di sini mas?" tanya kedua penjual itu menyambut pengendara yang mampir dengan ramah, Selasa (28/7/2020).

Raselia Indah mengatakan, dirinya menjaga es tebu milik orang lain itu sejak 5 bulan terakhir. Sementara Dina Septi bekerja menjual es tebu sekitar 4 tahun lalu.

"Seharinya bisa habis satu setengah kolong atau 1 kuintal. Harganya satu gelas hanya Rp 5 ribu dan sama untuk satu botol air mineral kecil. Kalau botol besar harganya Rp 13 ribu," ungkapnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Mereka menjelaskan, tidak sedikit para lelaki hidung belang menggodanya seperti mengajak jalan-jalan atau makan bareng.

"Banyak yang godain tapi tidak saya hiraukan. Saya kan kerja cari nafkah untuk anak, ya biasa saja lumrah karena bekerja di jalan kayak ini. Ada yang mau ngasih imbalan Rp 200 ribu untuk jalan tapi saya tidak mau," terangnya.

Setiap hari, mereka mendapat penghasilan Rp 70 ribu dari hasil penjualan Rp 500 ribu.

"Kalau ramai bisa Rp 70 ribu per orang. Jika total hasil penjualannya sekitar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu," ungkapnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Mereka menyebut, dengan berdandan dan bersolek cantik adalah salah satu jurus jitu untuk mendatangkan pembeli.

"Ya berdandan seperti ini biar banyak yang beli, kalau gak dandan yang beli sedikit," tandasnya.

Salah satu pembeli, Agan Rosyid Fachrurrozi asal Surabaya mengatakan dirinya akan ke Kediri mampir untuk merasakan es tebu.

"Mampir minum es tebu ini karena mau ke Kediri. Jarang sih mampir, ya biasalah kami juga kesini hanya minum es tebu karena melihat penjualnya juga cantik. Pernah juga minum es tebu tapi beda tempat,," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.