Jumat, 12 Jun 2026 09:04 WIB

Kisah Pasien Positif Corona asal Pacitan Menikah di Tempat Isolasi

Pernikahan pasien Covid-19 di Pacitan (foto-foto: istimewa)
Pernikahan pasien Covid-19 di Pacitan (foto-foto: istimewa)

jatimnow.com - Seorang pasien positif Virus Corona di Pacitan terpaksa melangsungkan ijab kabul di wisma atlet yang dijadikan tempat isolasi Covid-19.

Kedua mempelai itu adalah Ardian Febrianto (25) dan Megi Rita Anggelina asal Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Dalam prosesi pernikahan yang menerapkan physical distancing itu, mempelai pria yang dinyatakan terpapar Covid-19 dengan lancar mengucapkan ijab kabul.

"Saya dinyatakan terkonfirmasi positif Corona 4 hari lalu. Padahal 3 hari lagi, saya mau mengikat janji suci," kata Ardian Febrianto saat dihubungi melalui telepon, Jumat (24/7/2020).

Ia menjelaskan, dirinya yang berasal dari Desa Sepang, Kecamatan Tulakan itu tidak bisa menerima saat dinyatakan positif Corona. Ia sempat berontak tidak mau diisolasi di wisma atlet Kabupaten Pacitan.

Setelah musyawarah dengan keluarga, kedua mempelai akhirnya mencari solusi agar tetap dapat menikah.

"Saya mencoba mencari solusi ke Satgas dan diizinkan untuk menggelar pernikahan di wisma atlet tetapi sesuai protokol kesehatan," ujar dia.

Dalam prosesi ijab kabul, petugas dari KUA juga menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Untuk istri saya memakai kebaya namun menggunakan masker dan sarung tangan. Saya juga tidak mendekat. Jarak antara kami 5 meter. Tapi semua syah kok. Alhamdulillah tetap bisa menikah meski terpapar Covid-19 walau pun dengan segala keterbatasan," lanjutnya.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Usai ijab kabul, dirinya mengaku cukup lega tetapi juga ada emosi.

"Ya habis nikah ndak bisa bersama dulu. Orang tua juga tidak hadir kemarin, tapi mau gimana lagi," ujar dia.

Penghulu yang menikahkan kedua mempelai, M. Yasin mengaku tidak pernah membayangkan akan menikahkan pasien Covid-19. Ia bahkan sempat tidak bisa tidur.

"Sempat tidak bisa tidur semalaman. Apalagi pas menjadi penghulu saya memakai APD lengkap, rasanya gobyos," cerita dia.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Menurutnya, meski pernikahan tidak dihadiri keluarga namun prosesi tetap sah karena orang tua kedua mempelai sudah sama-sama tahu dan menyetujui.

"Ya jaga diri jadi ndak papa," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.