Jumat, 19 Jun 2026 03:27 WIB

Tragedi Bom di Surabaya, Jemaah Indonesia Gelar Doa Bersama di Mekkah

  • Penulis :
  • | Selasa, 15 Mei 2018 07:07 WIB
Para jemaah yang sedang menggelar doa bersama.
Para jemaah yang sedang menggelar doa bersama.

Jatimnow.com - Mekkah - Kabar tragedi bom di Kota Surabaya terdengar hingga ke warga Indonesia yang menjalankan ibadah umroh di Mekkah, Arab Saudi.

Puluhan jemaah umroh asal Indonesia pun berempati dan mendoakan kepada korban ledakan bom, serta mendoakan agar Kota Surabaya dan Jawa Timur aman dan tentram.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Seperti yang dilakukan jemaah umroh dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam travel Hudabiyah, Andalus Group. Mereka menggelar doa bersama di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.

Dengan dipimpin oleh Muthowif-pimpinan rombongan, Ustadz M Suyudi, puluhan jemaah umroh ini menggelar tahlil di musala gedung Royal Majestic Hotel (tempat menginap jemaah umroh dari Hudabiyah).

"Jemaah umroh Hudabiyah, saudara-saudara kita di Kota Surabaya terkena musibah. Ada yang meninggal, ada yang ditinggalkan, ada yang sakit," kata Ustadz M Suyudi, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, sesama muslim wajib membantu korban. 

"Karena kita ada disini (Mekkah), bantuan yang kita berikan adalah doa. Karena itu, kita akan membacakan kalimat toyibah," ujarnya.

"Kemudian kita mendoakan kepada mereka yang mendahului kita. Semoga yang meninggal khusnul khotimah. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, sabar bisa menerimanya," tuturnya.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Ustadz Suyudi yang pernah menjadi khotib salat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya ini menjelaskan, Islam tidak pernah mengajarkan umatnya mengebom atau merusak tempat ibadah orang-orang yang agamanya berbeda.

"Rumah (orang non muslim) saja nggak boleh (dirusak). Membunuh juga tidak boleh, kecuali dalam posisi peperangan," tuturnya.

Ia menerangkan, Rasulullah Muhammad SAW ketika berkuasa, punya perjanjian dengan orang-orang non Islam. Mereka (orang non muslim) dilindungi. Tempat ibadahnya tidak dibongkar, tidak ditempati, apalagi dibom.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW berkuasa seperti Umar bin Khattab, Solahuddin Al Ayubi, juga sama yakni tidak merusak tempat ibadah orang non muslim, tidak membunuhnya, bahkan melindungi mereka.

Baca Juga: Dari Cikeas Bogor, Napiter Asal Gresik dan Malang Dipindah ke Kediri

"Jadi, kalau ada yang nge-bom, itu asli bukan ajaran Islam," jelasnya.

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Erwin Yohnaes

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.