Rabu, 17 Jun 2026 18:22 WIB

Kisah Gus Miftah Dakwah di Klub Malam: Ditawari Minum, Dicurhati PSK

Pimpinan Pesantren Ora Aji, Gus Miftah, dalam Program Ngobrol Pintar (Ngopi) di MUI )Foto: Dok Istimewa via Republika)
Pimpinan Pesantren Ora Aji, Gus Miftah, dalam Program Ngobrol Pintar (Ngopi) di MUI )Foto: Dok Istimewa via Republika)

jatimnow.com - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah kerap berdakwah di tempat yang berbeda dari biasanya, seperti di lokalisasi prostitusi dan klub malam.

Saat berdakwah, dia sering mendapat godaan, baik untuk menikmati minuman beralkohol maupun soal perempuan.

Baca Juga: Satpol PP Tutup Outlet 23 HWG di Kota Kediri, Tak Punya Izin Jual Minuman Keras

"Saya punya teman juragan kafe. Waktu itu saya belum punya apa-apa sama sekali. Dia ada motor Ninja Kawasaki Rp 75 juta, 'Gus Miftah temanin saya minum satu sloki saja, saya berikan motor ini'. Waktu itu saya jawab kalau saya minum, maka kemudian saya tidak berhak menasehati para peminum," kata dia, dalam Program Ngobrol Pintar (Ngopi) di Majelis Ulama Indonesia (MUI) live streaming lewat Youtube TV MUI yang dipandu Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Chalil Nafis, Rabu (15/7/2020) malam.

Gus Miftah mengakui dirinya sering kali mendapat godaan selama berdakwah di dunia malam, namun dia harus tetap dapat mengelola iman yang dia miliki. Hal inilah yang membuat orang-orang percaya dengan dirinya.

"Saya tidak minum dan tidak tertarik ini-itu, kalau saya minum, nakalin mbanya, saya tidak berhak menasihati mereka," ucap Gus Mifah.

Di samping itu, Gus Miftah mengungkapkan, orang-orang yang bekerja di dunia malam, mereka masih memiliki keimanan dalam dirinya. Terkadang dia pun bershawalat dihadapan mereka, kemudian mereka masih banyak yang meneteskan air mata.

Baca Juga: Anggota TNI dan 3 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jember, Lainnya Masih Dirawat

Menurut Gus Miftah, keimanan pada orang-orang yang bekerja di dunia malam itu masih ada, yang berbeda hanya pada ketebalan iman. Mereka masih melakukan maksiat, berzina, namun memang iman mereka masih tipis.

Para wanita yang bekerja di lokalisasi prostitusi, terkadang bercerita kepada Gus Miftah agar anak-anak mereka tidak mengikuti jejak orang tuanya. Sebagian besar pekerja malam ingin memiliki generasi penerus yang lebih baik.

"Saya kadang menangis, mba-mba lokalisasi ketika pengajian mengatakan, 'Gus Miftah saya mau anak saya masuk pesantren'," kata dia.

Baca Juga: Film Pengen Hijrah Ajak Gen Z Berdakwah Lewat Film, Tayang 30 Oktober!

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.