Selasa, 16 Jun 2026 04:00 WIB

227 Perawat di Jatim Terpapar Corona, 12 Diantaranya Meninggal

Virus Corona/ wikipedia
Virus Corona/ wikipedia

jatimnow.com - Sebanyak 277 perawat atau tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur terpapar Virus Corona atau Covid-19.

"Jadi sampai dengan hari ini 277. Mungkin bisa saja bertambah terus karena beberapa kabupaten/kota untuk perawat, teman-teman PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) belum melapor sebagian," kata Ketua DPW PPNI Jatim, Prof Nursalam kepada jatimnow.com, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Puluhan Perawat dan Bidan Asal Jember Dipastikan Aman

"Dari 277 perawat itu ada 12 jiwa yang meninggal dunia," imbuhnya.

Ia memaparkan, 12 perawat yang meninggal dunia terdiri dari 7 jiwa di Surabaya, 1 Kota Malang, Kota Bojonegoro 1, Sidoarjo 1 orang, Sampang 1 dan Tuban 1.

"Ada lima sebab yang mengakibatkan perawat terpapar hingga meninggal dunia," ujar dia.

Yang pertama, penyebab perawat terpapar Corona itu adalah melonjaknya pasien maka risiko tertular juga sangat tinggi. Banyak pasien yang periksa dan menjalani pelayanan di puskesmas atau rumah sakit tanpa gejala (OTG), dengan kasus bukan Covid-19.

"Sehingga protokol kesehatan (penggunaan APD) belum sesuai," katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Perawat Juga Disejahterakan

Kedua, perawat merupakan profesi terbanyak dalam jumlah dan waktu untuk berinteraksi. Istilahnya: FITT (Frekewensi, Intensitas, Time dan Type) kontak yang tinggi.

Ketiga, penataan dan pengelolaan jam kerja, beban kerja, kedisiplinan dalam APD, pemenuhan kebutuhan dasar termasuk kesejahteraan, misal insentif yang sampai sekarang belum terealisasi di Jatim.

Keempat belum dilaksanakannya PCR kepada perawat secara masif dan berkala (setiap 14 hari).

Baca Juga: Mas Dhito Beri Hadiah untuk Tiga Perawat yang Berani Sampaikan Saran

"Supaya bisa di deteksi sejak awal dan utk melindungi perawat dan masyarakat (pasien) dari risiko penularan," ujar dia.

Kelima, sistem pelayanan kesehatan dalam promotif dan preventif (sebagaimana standar new normal yang dikeluarkan WHO) belum optimal diimplementasikan.

"Sehingga program 3T belum bisa berjalan dengan baik. Perlu pemberdayaan dan peningkatan peran perawat," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.