Jumat, 19 Jun 2026 02:29 WIB

Mundur dari Pilwali Surabaya 2020, Armuji Sebut Ada yang Menghalangi

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 04 Jul 2020 16:39 WIB
Armuji (kiri) menunjukkan surat pengunduran dirinya dari Bacawawali Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Armuji (kiri) menunjukkan surat pengunduran dirinya dari Bacawawali Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPRD Jawa Timur Armuji yang juga sekaligus kader PDI Perjuangan (PDIP) mundur dari pencalonannya sebagai Bakal Calon Wakil Wali (Bacawawali) Kota Surabaya.

Ada beberapa alasan hingga dirinya memutuskan mundur sebelum Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya digelar. Salah satunya dirinya ingin memberikan kesempatan bagi beberapa pengurus DPC yang ingin maju, tetapi tidak mau mendaftar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, dirinya juga ingin berkosentrasi membantu masyarakat yang kesulitan di masa Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Surabaya.

"Kami mengedepankan azas kemanusiaan menghadirkan wajah kader yang menampilkan pelayanan masyarakat dan sebagai kader kami siap menjalankan instruksi serta tunduk patuh terhadap perintah Ketua Umum Ibu Hj Megawati Soekarnoputri," jelas Armuji kepada wartawan di Cafe Omah Sae, Jalan Musi Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Armuji yang juga menjadi Pengurus DPD PDIP Jatim ini menambahkan, dirinya pamit mundur dari Pilwali Surabaya karena ada menghalang-halangi.

"Ada beberapa pengurus DPC yang menghalang-halangi saya untuk berkonsolidasi. Makanya dari itu lebih baik saya yang mundur. Kita beri kesempatan pada mereka untuk maju. Meskipun sampai saat ini siapapun yang direkom belum tahu," ungkapnya.

"Sekali lagi saya katakan, belum ada satupun pengurus dewan pimpinan daerah maupun dewan pimpinan cabang PDI Perjuangan siapa yang akan mendapatkan rekom. Mumpung rekom ini belum diturunkan kepada siapapun, maka bagi pengurus-pengurus DPC yang ingin mau mempunyai keinginan maju ke sana silahkan. Saya sebagai senior lebih baik mundur dan memberikan kesempatan bagi mereka-mereka yang mempunyai syahwat seperti itu," tambah Armuji.

Dia menyebut ada yang menghalang-halangi dirinya saat konsolidasi. Dia menegaskan bahwa setiap kegiatannya selalu ditegur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya mengajak seseorang juga tidak diperbolehkan. Ini kan tentunya sesama kader partai seharusnya tidak seperti itu. Kita harus bergotong royong, kita harus saling mensupport karena sesama kader. Karena kita juga belum tahu siapa yang direkom. Makanya sebelum rekom itu ada, saya lebih baik yang mundur dari pada nanti menjadi kendala di belakang hari," paparnya.

Meski begitu, Armuji mengaku tidak ada tekanan dari internal partainya.

"Kalau itu tidak ada. Tekanan dari internal partai tidak ada sama sekali. Cuma kalau ada hal-hal seperti itu kan nggak mengenakkan bagi saya. Karena mereka merasa sebagai pengurus mungkin, mungkin merasa yang paling berhak. Karena di sini saya cuma sebagai kader partai, itu yang menjadi pertimbangan saya," lanjutnya.

Lantas mengapa memilih mengalah?

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Bagi saya jabatan bukanlah segalanya. Nggak perlu kita ngoyoh atau saling menjegal. Kami siap mendukung siapapun yang direkom partai. Itu domainnya DPP. Saya tidak mau berkomentar soal isu ada yang direkom, sampai saat ini rekompun belum ada," tegas Armuji.

Sementara saat ditanya mengenai kabar Whisnu Sakti Buana mendapat rekom dari DPP bergandengan dengan Eri Cahyadi, Armuji enggan berkomentar.

"Saya tidak mau berkomentar, iya toh. Tapi yang jelas sampai saat ini rekom pun belum ada. Saya nggak mau mengomentari orang, nggak mau. Bukan domain saya itu," pungkasnya.

Surat pengunduran diri Armuji itu nantinya akan ditujukan kepada Ketua DPC PDIP Perjuangan Kota Surabaya, ditembuskan ke DPP PDIP dan DPD PDIP Jatim.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.