Minggu, 21 Jun 2026 04:08 WIB

Bantu Orang Tua, Siswa SMK ini Jualan Bakso Selama Pandemi Corona

Siswa SMK di Ponorogo, Tegar saat melayani pelanggan
Siswa SMK di Ponorogo, Tegar saat melayani pelanggan

jatimnow.com - Seorang siswa SMK PGRI 2 di Ponorogo patut dicontoh. Ia tidak malu mengisi waktu luang dengan berjualan bakso keliling dengan motor saat sekolahnya diliburkan (bersekolah di rumah) selama Pandemi Covid-19 untuk membantu orang tuanya.

Pelajar itu adalah Tegar Pandu Buana (16) asal Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Ia berjualan bakso sebelum bulan Ramadan hingga kini untuk membantu keuangan keluarganya.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Ibunya yang bernama Ratna adalah asisten rumah tangga (ART) di rumah pemilik Bakso Konro yang berada di Desa/Kecamatan Jenangan.

"Selama sekolah libur jadi belajar secara online tapi cuma sampai siang dan selebihnya waktu kosong. Jadi saya gunakan untuk berjualan bakso untuk membantu keluarga," katanya, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, bakso jualan tersebut didapat setelah dirinya meminta izin kepada pemilik bakso di tempat ibunya bekerja.

Dengan menggunakan motor, ia membawa 100 porsi bakso dan berkeliling di Kecamatan Jenangan. Ia mengaku jika bakso yang dibawanya tersebut terkadang habis atau masih ada sisa.

"Saya berangkat pukul 15.00 Wib dan pulang sebelum pukul 22.00 Wib. Habis atau tidak 100 porsi pokoknya pulang," ujar dia.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat ditanya pengalaman menarik? Tegar menjawab pernah bakso jualannya dibeli oleh teman sekelasnya di Jurusan Pengelasan, SMK PGRI 2.

"Ya saya jualin. Ndak malu, karena ini halal. Bahkan beberapa waktu lalu sempat viral karena ada yang upload di Facebook. Guru-guru juga sudah tahu," tegasnya.

Ia menjelaskan, dari 100 bakso yang terjual maka dirinya mendapat 20 persen. Dengan pendapatan itu, Tegar mengaku kini tidak lagi meminta uang kepada orang tuanya.

Bahkan remaja yang hobi mengotak atik mesin motor itu mampu untuk membiayai kegemarannya sendiri.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Uangnya saya tabung. Saya ingin membantu orang tua. Saya dua bersaudara dan adik baru masuk STM Jenangan. Ya bantu-bantu keluarga. Dengan uang sendiri, saya bisa modifikasi sepeda motor sendiri. Ndak minta uang orang tua. Pulsa juga beli sendiri," kata anak pasangan Mulyadi dan Ratna ini.

Jika sekolah telah kembali masuk, ia mengaku akan tetap berjualan. Dirinya akan membagi waktu sekolah, belajar dan berjualan bakso.

"Kalau masuk nanti kan pulang sekolah pukul 15.00. Ya jualannya habis dari pulang sekolah. Pulangnya juga tidak malam-malam biar bisa belajar di rumah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.