Jumat, 19 Jun 2026 17:59 WIB

Angka Kehamilan di Jatim Justru Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Foto Instagram @bkkbnofficial
Foto Instagram @bkkbnofficial

jatimnow.com - Tingkat kehamilan di masa Pandemi Covid-19 di Jawa Timur meningkat.

Dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim tentang tren 'drop out' KB selama pandemi hingga April 2020 mencapai 414.708 orang atau naik 7,07 persen.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Sedangkan pada Februari tercatat 68.547 orang dan Maret ada 278.436 orang

Data itu diunggah dalam akun Instagram @bkkbnofficial pada Jumat (26/6/2020) dinihari.

Akun itu juga menayangkan video bahaya ledakan kehamilan baru selama pandemi.

"Ketika dunia berusaha menghadapi Pandemi Covid-19. Indonesia dikabarkan menghadapi ledakan kehamilan baru," sebut @bkkbnofficial.

"Lebih dari 400 ribu kehamilan tak terencanakan terjadi di Indonesia selama pandemi. Lebih dari 420 ribu bayi baru diperkirakan lahir pada awal 2021," tambahnya.

Perkiraan angka tersebut, menirut @bkkbnofficial, didasarkan pada 10 persen dari 28 juta keluarga mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran.

Akun itu juga menayangkan daerah persebaran terbesar lonjakan angka kehamilan di Indonesia.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Yang pertama disebutnya Jawa Timur. Pada Februari 68.547 orang naik 1,13 persen; Maret 278.356 orang naik 4,68 persen; April 414.708 orang naik 7,07 persen.

Dan diperkirakan @bkkbnofficial akan terus terjadi peningkatan angka kehamilannya sampai pada Mei, Juni dan Juli.

Yang kedua disebut Cirebon. Di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda Kota Cirebon terjadi peningkatan 10 persen per bulannya.

Yang artinya sebanyak 100 pasien hamil perbulan.

Apa penyebabnya?

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

@bkkbnofficial menilai kasus serupa dengan alasan yang sama terjadi di Filipina. Diprediksi ada sekitar 1,2 juta perempuan akan hamil di luar rencana di masa pandemi.

Penyebabnya, karena tidak menggunakan alat kontrasepsi. Data BKKBN menunjukkan sekitar 95 persen pengguna kontrasepsi di Indonesia adalah wanita. Hanya sedikit pria yang mau menggunakan kondom.

Kedua, tutupnya klinik kesehatan dan kandungan. Hal ini membuat masyarakat lebih sulit mendapatkan akses terhadap alat kontrasepsi.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.