Rabu, 17 Jun 2026 18:42 WIB

Melihat Produksi Keripik Tempe Tiga Generasi di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 14 Jun 2020 10:53 WIB
Proses pembuatan keripik tempe Trisno di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo
Proses pembuatan keripik tempe Trisno di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Sentra keripik tempe di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo cukup terkenal. Salah satu UMKM keripik tempe di desa itu adalah keripik tempe merek Trisno.

Keripik tempe ini merupakan usaha turun menurun sejak puluhan tahun lalu dan dilanjutkan oleh Ernika Yenci (23), generasi ketiga.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Dari nenek saya kemudian ke orangtua saya. Sekarang saya mencoba juga memproduksi keripik tempe ini," ujar Ernika saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/6/2020).

Dia menyebut, dahulu neneknya hanya memproduksi tempe yang dibungkus daun. Namun rupanya produksi tempe dengan bungkus daun itu mulai termakan zaman.

"Penikmat tempe tidak sebanyak zaman nenek saya. Orangtua saya putar otak agar tetap melakukan produksi dan akhirnya memilih keripik tempe. Itu juga karena melihat tetangga sebelah sudah memproduksi keripik tempe terlebih dahulu," jelasnya.

Dari situ, nenek dan orangtuanya mulai banting stir dengan membuat tempe biasa dibungkus plastik lalu diolah menjadi keripik tempe.

"Banyak juga yang mencari karena lebih praktis. Tidak perlu mengolahnya lagi. Tinggal dibawa gitu saja kalau mau dibawa berpergian atau traveling," ungkapnya.

Ernika menambahkan, pembuatan keripik tempe ini sangat mudah. Awalnya kedelai sebanyak 4 liter direbus dengan air selama 1 jam. Kemudian digiling dengan mesin biar hancur. Lalu dipisahkan antara kedelai dan kulitnya.

"Baru dikukus, dibiarkan dingin, diberi ragi lalu dibungkus dengan plastik. Setelah itu baru dicampur tepung tipis. Tahapan terakhir adalah digoreng secara bersamaan," tambahnya.

Walaupun memproduksi keripik tempe, Ernika mengaku dia dan keluarganya masih mempertahankan cara tradisional, yaitu memasak menggunakan tungku.

"Kami masih memakai tungku dengan kayu bakar. Tujuannya biar tetap bertahan tradisionalnya," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Menurutnya, keripik tempe yang dibuatnya diminati hingga luar negeri. Banyak tetangganya yang merantau sebagai TKI meminta dirinya untuk mengirim, mulai dari Hongkong, Malaysia hingga Taiwan.

"Yang merasakan bukan cuma tetangga yang kerja ke luar negeri, tetapi juga bos mereka," tambahnya.

Selain dikirim hingga luar negeri, keripik tempe Trisno juga dipasarkan ke seluruh Ponorogo dan Madiun dengan harga satu bungkus Rp 2.500.

Sebelum Pandemi Covid-19, Ernika mengaku bisa memproduksi dari 4 liter kedelai menjadi 150 bungkus keripik tempe setiap hari. Namun kini hanya memproduksi sepekan sekali.

"Turun drastis. Biasanya 150 bungkus bisa terjual habis sehari. Kadang ada tambahan dari luar negeri, sekarang cuma sepekan sekali. Ditambah pengiriman ke luar negeri juga disetop," ungkapnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Setiap lebaran, Ernika bisa memproduksi hingga 6.000 bungkus keripik tempe. Namun lebaran tahun ini, dia sama sekali tidak memproduksi.

"Ya akibatnya biasanya mempekerjakan sampai empat orang, kali ini sama sekali tidak. Ya kami harus bertahan," ulasnya.

Sebelum ada Pandemi Covid-19, dalam sehari pendapatan kotornya Rp 500 ribu. Namun saat ini, Rp 500 ribu didapatkan dalam sepekan.

"Kami optimis bisa bangkit menyongsong new normal," pungkasnya.

Keripik tempe Trisno produksi UMKM di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten PonorogoKeripik tempe Trisno produksi UMKM di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.