Rabu, 17 Jun 2026 04:33 WIB

Keluarga di Surabaya ini Paksa Makamkan Sendiri Jenazah Pasien Corona

Petugas gunakan APD dalam pemakaman jenazah positif Covid-19/ foto dokumen
Petugas gunakan APD dalam pemakaman jenazah positif Covid-19/ foto dokumen

jatimnow.com – Proses pemulasaran salah satu jenazah pasien positif Covid-19 yang dimakamkan di TPU Keputih Sukolilo Surabaya dilakukan langsung oleh keluarganya. 

Camat Semampir, Siti Hindun Robba Humaidiyah mengatakan peristiwa itu terjadi saat keluarga memaksa agar jenazah ibunya dikeluarkan dari peti untuk dimakamkan sendiri.

Baca Juga: Hasil Retribusi Pemakaman di Surabaya Tak Signifikan, DPRD Opsikan Dihapus

"Keluarga itu tiba-tiba membuka peti dan dua anaknya memakamkan jenazah sendiri ke liang lahat," katanya kepada jatimnow.com, Sabtu (6/6/2020).

Setelah peristiwa tersebut, pihak rumah sakit kemudian melakukan pengecekan kesehatan dari sepuluh orang keluarga yang membawa pulang paksa jenazah positif Covid-19 itu.

"Hari ini sepuluh orang itu kami minta untuk cek kesehatan (rapid test) namun yang bisa hanya dua orang anaknya yang turut memakamkan itu dan hasilnya non reaktif," ujarnya.

Ia menyayangkan peristiwa itu, dan berharap tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.

Baca Juga: Kasus Korupsi Honor Pemakaman Covid, Polisi Periksa Sekda Kabupaten Jember

"Kami bersama jajaran muspika menyayangkan masalah ini, kami juga menyampaikan kepada para warga. Jika pihak rumah sakit menerangkan jika pasien itu meninggal karena Covid-19, seharusnya keluarga menyadari proses pemakaman sesuai protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah," tegasnya.

Ia menceritakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6) lalu. Saat itu pihak keluarga sebelumnya telah memaksa membawa pulang jenazah ke rumah secepatnya tanpa protokol kesehatan.

Saat membawa jenazah, keluarga itu juga membawa serta bed tempat pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Paru yang ada di Jalan Pegirian, Surabaya.

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi Honor Pemakaman Covid di Jember, 10 Orang Bakal Diperiksa

"Anaknya ini ingin melihat jenazah sebelum pemulasaraan dan itu sudah dikabulkan pihak rumah sakit. Akhirnya direktur rumah sakit memberikan kesempatan dua perwakilan dari pihak keluarga dan dikasih APD lengkap. Namun sebelum masuk ke ruang pemulasaraan, salah satu dari anaknya itu tiba-tiba pamit keluar untuk ke lantai satu dan tiba-tiba 10 orang keluarga lain yang ada d bawah itu naik ke lantai empat (ruang pemulasaraan) dan langsung membawa pulang bersama dengan bed rumah sakit," paparnya.

Pihak rumah sakit kemudian berusaha memberikan pengertian dan menyampaikan jika jenazah harus dimasukkan ke peti. Setelah keluarga setuju, jenazah kemudian dimasukkan ke peti dan membawanya ke TPU Keputih Sukolilo hingga peristiwa itu terjadi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.