Senin, 15 Jun 2026 10:43 WIB

Waspadai Klaster Komunitas Bola

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 06 Jun 2020 07:10 WIB
Virus Corona/ wikipedia
Virus Corona/ wikipedia

jatimnow.com - Seorang pria yang tergabung dalam komunitas bola di Surabaya meninggal dunia diduga terpapar Covid-19.

Ia meninggal setelah mendapat perawatan intensif selama lima hari di sebuah rumah sakit di Surabaya. Jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya pada Kamis (4/6/2020).

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Presiden Klub PS Hizbul Wathan Sidoarjo (PSHW), Dhimam Abror membenarkan meninggalnya korban karena diduga positif Covid-19.

Ia mengatakan jika korban selama ini aktif bermain sepakbola di lingkungan klub senior yang banyak dijumpai di berbagai wilayah di Surabaya.

"Iya benar. Sebelum terjangkit Covid-19, almarhum masih aktif main bola di beberapa lapangan sepakbola di Surabaya yang memang sampai sekarang masih tetap dipakai," katanya kepada jatimnow.com, Jumat (5/6/2020).

Ia menyebut, lapangan sepakbola yang setiap hari masih aktif dipakai diantaranya di Kebraon, Karangpilang, Menanggal, Lidah Kulon, Benowo dan di wilayah Surabaya barat lainnya.

Baca Juga: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Setelah meninggalnya korban, Dhimam menyebut bisa saja menjadi klaster baru dari komunitas sepakbola tersebut. Sebab, hingga sekarang, tidak ada respons dari kecamatan maupun kelurahan untuk menghentikan aktivitas olahraga itu.

"Saya khawatir nanti bisa jadi klaster baru. Karena komunitas sepakbola di Surabaya ini kan mainnya pindah-pindah. Sehari misal di Menanggal, besoknya main di lapangan lainnya. Dan sampai sekarang aktif," jelas Abror.

Dhimam Abror berharap agar kejadian meninggalnya pria itu mendapat respons dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Karena apabila dibiarkan maka dapat berbahaya.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun yang Hanyut di Selokan Driyorejo Ditemukan Meninggal

"Harapan saya ya segera ada dilakukan rapid test maupun tes swab di komunitas sepakbola tersebut. Khawatir nanti bisa jadi klaster baru. Karena komunitas ini kan aktif, intens. Lalu pindah-pindah kalau main," paparnya.

Sementara itu, Koordinator Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser saat dikonfirmasi belum merespon. Dihubungi WhatsApp pukul 22.12 Wib, belum merespon.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.