Minggu, 14 Jun 2026 18:21 WIB

Pandemi Covid-19

Dicurhati Sinden, Dalang Ini Akan Gelar Pentas Wayang Online

Ki Puguh Prasetyo
Ki Puguh Prasetyo

jatimnow.com - Aktivitas pekerja seni pertunjukan kini vakum sejak izin keramaian tidak diberikan sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Dalang wayang kulit asal Kecamatan Cerme, Gresik, Ki Puguh Prasetyo mengatakan dirinya kerap dicurhati oleh pekerja seni seperti sinden dan pengrawit (penabuh gamelan) karena tidak adanya pertunjukan lagi di tengah Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

"Hampir semua rekan-rekan curhat ke saya. Intinya sama, yakni masalah ekonomi yang terpuruk akibat Pandemi Covid-19," kata Puguh Prasetyo, Jumat (5/6/2020).

Dirinya bisa memahami kondisi ini. Karena itu ia pun bisa memaklumi jika rekan-rekannya berkeluh kesah mengenai permasalahan ekonomi sebab dirinya juga sama-sama mencari nafkah dari pentas wayang kulit.

Karena banyaknya curhatan itu, Puguh lalu berinisiatif menggelar pentas wayang kulit untuk kemanusian yang akan ditayangkan secara online.

Baca Juga: Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

Kegiatan itu akan membuka donasi dari masyarakat yang hasilnya nanti disumbangkan bagi para pekerja seni pertunjukan, khususnya pentas wayang kulit yang terdampak Pandemi Covid-19.

"Ya istilah kasarnya kami ini ngamen buat nyambung hidup. Meski nantinya pentas online ini bisa dinikmati umum, namun kami juga akan mengirimkan undangan ke berbagai pihak untuk melihat pertunjukan kami," ujar ayah dua anak itu.

Meski akan menggelar pentas wayang kulit untuk kemanusiaan di sanggarnya yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Puguh tetap akan mengacu standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Resmikan Dekranasda Fest 2025, Ini Harapan Bupati Gresik

"Konsepnya wayang kulit minimalis atau sederhana. Nanti hanya melibatkan beberapa pengrawit, sinden, dan tukang syuting. Paling sekitar 10 orang saja dengan tetap menerapkan physical distancing. Pentas ini tertutup, hanya bisa dinikmati secara online," tegas dalang berusia 49 tahun ini.

Puguh menambahkan hingga saat ini memang belum ditentukan jadwal pentasnya. Dirinya masih terus berkoordinasi dengan timnya agar pelaksanaannya nanti bisa maksimal dan berjalan sesuai harapan.

"Semoga usaha ini bisa membuahkan hasil sehingga rekan-rekan pekerja seni wayang kulit nantinya bisa terbantu dari hasil donasi masyarakat," harap lulusan SMKI Surabaya itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.