Selasa, 16 Jun 2026 01:40 WIB

87 Balon Udara dan 8000 Petasan di Ponorogo Disita Polisi

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 26 Mei 2020 13:15 WIB
Polisi menunjukkan petasan dan balon udara yang disita dalam tiga hari razia di Ponorogo
Polisi menunjukkan petasan dan balon udara yang disita dalam tiga hari razia di Ponorogo

jatimnow.com - Tradisi menerbangkan balon udara untuk merayakan Idul Fitri di Kabupaten Ponorogo masih saja dilakukan warga. Padahal tradisi tersebut membahayakan, apalagi balon udara yang diterbangkan tanpa awak ditambah ada petasan.

Untuk menekan insiden, Polres Ponorogo menyita 87 balon udara dalam 3 hari razia di beberapa daerah di Kota Reog. Dari 87 balon udara yang disita, beberapa di antaranya diserahkan secara sukarela oleh warga ke mapolsek.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menjelaskan, dalam razia yang digelar, anggotanya terpaksa menurunkan paksa beberapa balon udara yang terlanjur diterbangkan warga.

"Kami gagalkan dengan menggunakan drone. Kami merobek balonnya," ujar Arief, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Arief menyebut bahwa penerbangan balon udara tanpa awak itu meresahkan dan menimbulkan kerawanan. Selain bisa menyebabkan kebakaran jika jatuh diperkebunan maupun pemukiman, balon udara juga bisa mengganggu aliran listrik jika jatuh di kabel listrik.

"Penyitaan paling paling banyak ada di wilayah hukum Polsek Sumoroto. Bahkan kami sita balon udara berukuran besar dengan panjang 35 meter," paparnya.

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

Alumni AKPOL Tahun 2001 ini menambahkan, razia itu akan terus digelar dan rencananya bakal sampai H+7 lebaran.

"Kami juga menyita sekitar 8000 unit petasan yang sudah berbentuk lintingan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.