Minggu, 21 Jun 2026 02:01 WIB

Cerita Molornya Pemakaman Jenazah PDP Corona di Ponorogo

Jenazah PDP di Ponorogo
Jenazah PDP di Ponorogo

jatimnow.com - Pemakaman jenazah PDP Corona di Kabupaten Ponorogo sempat molor selama 5 jam, Selasa (19/5) malam.

Kepala Puskesmas Babadan, dr Siti Nurfaidah mengatakan jenazah warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu karena ada kendala teknis.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"PDP meninggal pukul 20.00 Wib dan baru dimakamkan jam 01.00 dini hari. Kurang lebih lima jam, " ujarnya, Rabu (20/5/2020).

Ia menjelaskan, kendala teknis itu diantaranya adalah saat tim medis ke lokasi pemakaman ternyata tidak ada orang. Rupanya, kabar meninggalnya PDP itu tidak diberitahukan kepada pihak kelurahan.

"Kemudian modin desa dihubungi juga sakit. Pak lurah yang cari penggali. Tapi 2 jam itu belum ada kejelasan sama sekali dan tidak mungkin mayat dibiarkan begitu saja," terang dia.

Karena tidak ada kejelasan, akhirnya pihak puskesmas meminta bantuan tim relawan BPBD untuk membantu memakamkan jenazah.

"Saya hubungi BPBD dan kita edukasi bagaimana caranya karena berbeda dengan pemakaman pada umumnya," jelasnya.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Setelah mendapat pengajaran cara pemulasaran, giliran tanah kuburan saat digali sulit karena tanahnya keras hingga diputuskan pindah tempat. Akhirnya pemakaman baru bisa terlaksana pada pukul 01.00 Wib.

"Kemarin yang memakamkan dari BPBD 4 orang, tim dari satgas desa 2 orang dan tim medis dari RS Darmayu 2 orang serta tim medis dari Puskesmas Babadan," paparnya.

Ia menjelaskan seharusnya ada tim satgas desa di tengah Pandemi Covid-19. Tim tersebut terdiri dari tim kesehatan, tim isolasi dan tim pemulasaran.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Untuk tim pemulasaran ini terdiri dari perangkat desa, penggali kubur dan bidan desa," terang dia sambil menyebut jika setiap desa harus punya alat pelindung diri (APD) minimal 5 set.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menuturkan timnya baru pertama kali ini melakukan pemakaman dengan cara protap Corona.

"Ini pertama kali, meski cara menguburnya sama tetapi harus dilengkapi dengan protokol Covid-19. Sekali lagi ini adalah panggilan jiwa kami seorang petugas BPBD," kata Budi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.