Selasa, 16 Jun 2026 05:03 WIB

Pria Ponorogo yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dipastikan Dibunuh

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 19 Mei 2020 17:00 WIB
Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto
Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto

jatimnow.com - Kematian Maryono warga Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo yang ditemukan tewas bersimbah darah pada 20 April lalu diketahui penyebabnya. Dari hasil autopsi, pria yang tinggal sebatang kara itu tewas karena dibunuh.

"Hasil autopsi sudah kami terima. Kesimpulannya dibunuh," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Baca juga:  Seorang Pria di Ponorogo Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Dibunuh?

Ia menyebut, korban yang berusia 55 tahun itu terdapat luka di bagian belakang kepala akibat benda tumpul.

Untuk dugaan pelaku pembunuhan sendiri, ia menyebut jika belum mengetahuinya karena ada beberapa kendala yang ditemukan penyidik.

"TKP yang rusak adalah salah satu kendala pertama. Ketika anggota datang, kondisi TKP sudah dipenuhi jejak warga yang berkerumun. Posisi Maryono tergeletak berjauhan dengan darah yang bersimbah di lantai. Kendala kedua, sangat minim saksi," paparnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Satreskrim Polres Ponorogo akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk dapat mengetahui motif dibalik pembunuhan tersebut.

"Kami bekerja keras melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap pembunuhan ini. Kami telusuri berbagai motif yang ada. Kendala yang dihadapi adalah tantangan," terangnya.

Sejak jasad Maryono ditemukan, polisi telah memeriksa 21 saksi. Mereka terdiri dari keluarga, tetangga, serta warga yang mengetahui kondisi terakhir korban.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sudah 21 saksi. Kemungkinan nanti akan ada tambahan saksi lagi," jelas lulusan AKPOL 2001 itu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.