Selasa, 16 Jun 2026 18:38 WIB

Buka Peti Jenazah Terpapar Corona, 17 Warga Dusun di Sidoarjo Reaktif

Ilustrasi rapid test/ jatimnow.com
Ilustrasi rapid test/ jatimnow.com

jatimnow.com - Hasil rapid test 17 warga di salah satu dusun yang berada di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dinyatakan reaktif setelah membuka plastik, memandikan dan memakamkan jenazah terinfeksi Virus Corona (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman menyebut tim tracing telah melakukan rapid test kepada keluarga dan tetangga terhadap warga di dusun yang ada di Waru tersebut.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Yang rapid tetangga dan 17 orang hasilnya reaktif tapi belum di swab. Mungkin besok swabnya," kata dr Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, jika jenazah korban konfirm Covid-19 yang telah di bungkus plastik sudah sesuai SOP protokol kesehatan.

"Intinya kalau jenazah itu terbungkus dengan baik itu tidak. Kalau jenazah dibuka kalau dia terkonfirm ya menulari. Artinya cairan tubuh pasien tersebut kalau keluar ya otomatis masih menular," tegasnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Sesuai protokol kesehatan bunyinya, jenazah orang kena Covid-19 harus dimasukkan plastik, tidak boleh dibuka lagi, dimasukkan peti dan langsung dimakamkan. Itu dilanggar, ya mesti saja kami curigai dan akhirnya setelah 10 hari selang 14 hari muncul orang-orang yang menghadiri, orang-orang yang memandikan itu kena masalah. Mudah-mudahan saja hasil swab nanti negatif," ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat, agar tidak menyalahi aturan protokol kesehatan agar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.

"Buka plastik dan buka peti itu menyalahi aturan. Saya tegur direktur rumah sakit yang mengantarkan jenazah. Masyarakatnya bilang tidak ada imbauan dari rumah sakit dan saya tegur agar tidak terjadi lagi," tegasnya.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyebut pihaknya terlambat mendapatkan informasi dan melakukan langkah penanganan sehingga virus dengan cepat menyebar di dusun tersebut.

"Kejadiannya sudah dua minggu lalu. Jadi untuk penanganan di Waru harus dilakukan secara ekstra. Wilayah harus diperhatikan penuh, termasuk tempat ibadah harus ditangani secara serius," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.