Senin, 15 Jun 2026 17:13 WIB

Video: Crazy Rich Pasuruan Bagikan Nasi Bungkus Berisi Uang

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 16 Mei 2020 16:18 WIB

jatimnow.com - Aksi crazy rich asal Gempol, Pasuruan membagikan puluhan nasi bungkus yang di dalamnya juga berisi uang Rp 1 juta, viral di media sosial (medsos). Nasi bungkus itu diberi nama nasi bahagia.

Crazy rich itu adalah pasangan suami istri Feri Angga (31) dan Pratisia Kurniawati (28), pemilik Grosir Tas Gempol, Pasuruan. Video aksi sosial yang diunggah melalui akun Instagram pribadi Pratisia itu sudah ditonton 4.437 kali.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Baca Juga: Crazy Rich Pasuruan Bagikan Puluhan Nasi Bungkus Berisi Uang Rp 1 Juta

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Editor : Fajar Mujianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.