Sabtu, 20 Jun 2026 00:42 WIB

Detik-detik Meledaknya Petasan di Ponorogo yang Tewaskan 1 Orang

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto saat berada di lokasi ledakan petasan
Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto saat berada di lokasi ledakan petasan

jatimnow.com - Penyelidikan atas meledaknya petasan yang menewaskan satu orang di Ponorogo terus dilakukan polisi. Selain melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi kejadian, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk 8 korban luka.

"Ada beberapa fakta yang kami temukan di lokasi," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto saat berada di lokasi ledakan di rumah Lamidi di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Arief menjelaskan, awalnya Tomi Saputra (16), Fahlul Koiri (22) dan Pono (27) mencoba membunyikan petasan di samping rumah Lamidi, tetapi tidak berhasil. Petasan itu diletakkan di kaleng bekas cat semprot atau pilok.

"Karena tidak bisa berbunyi, ketiga orang ini membawa petasan tersebut ke teras rumah Lamidi. Mereka mencoba memperbaiki petasan itu," ungkap Arief.

Baca juga:  Petasan Meledak di Ponorogo, 1 Orang Dikabarkan Tewas, 8 Luka-luka

Saat ketiga orang itu mencoba memperbaiki petasan, datang lima 5 orang yaitu Faiz, Exel, Afif, Riki dan Galih. Mereka melihat ketiga orang itu memperbaiki petasan. Sedangkan Lamidi hanya melihat dari dalam rumah.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Ketiga orang itu menekan petasan dengan alat gegep (obeng). Saat itulah petasan meledak," bebernya.

Akibat ledakan itu, Tomi Saputra meninggal dunia. Kemudian Fahlul Koiri, Pono dan Lamidi (45) mengalami luka berat. Sedangkan Faiz, Exel, Afif, Riki dan Galih mengalami luka ringan. Para korban yang mengalami luka sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Sementara dari hasil identifikasi dan olah TKP, petasan yang meledak itu adalah petasan model baru. Karena ditaruh di dalam wadah bekas semprot atau pilok.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Arief berharap peristiwa ini menjadi kejadian terakhir di Ponorogo. Dia meminta warga tidak perlu membuat petasan maupun balon udara.

"Janganlah. Biar tidak ada korban jiwa lagi seperti sekarang ini," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.