Rabu, 17 Jun 2026 03:33 WIB

Puluhan Toko Modern Tak Berizin di Ponorogo akan Disegel, Tapi...

Ilustrasi toko modern di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ilustrasi toko modern di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ponorogo menyebut sedikitnya ada 20 Toko modern tidak memiliki izin alias bodong. Meski begitu, rekomendasi penyegelan belum turun ke meja Satpol PP.

Pantauan jatimnow.com, toko modern itu tetap buka dan melayani pembeli dari pukul 07.00 hingga 22.00 wib. Ada pula yang beroperasi 24 jam.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ponorogo, Suko Widodo mengatakan bahwa penyegelan wewenang dirinya. Hanya saja hingga saat ini belum ada rekomendari dari dinas terkait.

"Kami bisa bertindak asal ada pelimpahan (rekomendasi). Jika tidak ada pelimpahan tentu kami tidak bisa menindak langsung," ungkap Suko, Kamis (14/5/2020).

Baca juga:  Puluhan Toko Modern di Ponorogo Disebut Belum Kantongi Izin

Menurut Suko, kemungkinan besar Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ponorogo masih menyelesaikan permasalahan tersebut secara internal.

"Masih internal kayaknya," tegas Suko.

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

Sementara itu, Plt Kepala Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ponorogo Sapto Jatmiko mengakui bahwa memang belum melimpahkan persoalan tersebut ke Satpol PP.

"Memang belum kami lakukan penyegelan. Masih jauh prosesnya sampai kami segel," ujar Sapto.

Sapto menambahkan, ada tahapan sekitar tiga kali yang harus dilalui sebelum tindakan penyegelan.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

"Jika memang tidak mengindahkan teguran baru ada tindakan. Jadi menunggu teguran sampai tiga kali," jelasnya.

Namun Sapto menegaskan bahwa yang disegel bukan tokonya, melainkan nama jaringan nasionalnya. Karena izinnya harus atas nama jaringan nasional.

"Nanti juga cuma plangnya saja kami segel. Tokonya bisa berjalan dengan nama lain. Tentu mengajukan izin juga," paparnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.