Sabtu, 13 Jun 2026 10:36 WIB

Gorok Leher Istrinya dengan Gergaji, Suami di Malang Tewas Bunuh Diri

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 10 Mei 2020 00:12 WIB
Polisi melakukan olah TKP di lokasi
Polisi melakukan olah TKP di lokasi

jatimnow.com - Dipicu rasa cemburu, seorang suami menggorok leher istrinya dengan gergaji, Sabtu (9/5/2020).

Pelaku bernama Mohamad Choirul (34), membunuh istrinya Astutik (33), dirumahnya yang berada di Dusun Kebonjati, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Baca Juga: PDI Perjuangan Jatim Tanam 2.500 Bibit Kopi dan Buah-buahan di Donomulyo Malang

"Percobaan pembunuhan dalam rumah tangga ini dipicu cemburu. Pelaku ini cemburu dengan korban," jelas Kapolsek Singosari, Polres Malang, AKP Farid Fatoni.

Menurut keterangan saksi, percekcokan itu terjadi pukul 14.30 Wib. Sebelum petengkaran itu dimulai, pelaku menyuruh kedua anaknya yang sedang menonton TV untuk masuk ke dalam kamar dan menguncinya.

Setelah itu, pertengkaran pun dimulai. Beberapa saat setelah adu mulut di kamar, pelaku pergi ke dapur untuk mengambil gergaji.

Diduga pelaku yang sudah naik pitam, langsung menyerang korban dengan menggorokkan gergaji ke leher korban.

"Setelah menggorok istrinya, pelaku mencoba bunuh diri dengan naik ke atap rumah lantai dua dan loncat dari atas genting," ujarnya.

Saat percobaan bunuh diri yang dilakukannya sempat dilihat oleh tetangganya yang bernama Budi Harianto yang mengira jika pelaku hendak membetulkan atap.

Baca Juga: Bank Jatim Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Malang Selatan

Saat pelaku terjun dari atap, saksi kemudian memberikan pertolongan sambil berteriak memberitahukan kepada warga lainnya.

Warga yang datang kemudian mencoba masuk rumah dengan btujuan memberitahukan istri pelaku. Namun rumah diketahui dalam keadaan terkunci.

"Mendapati gelagat yang mencurigakan, warga kemudian memeriksa kondisi rumah tersebut. Namun, warga terkejut saat melihat Astutik (istri pelaku) dalam keadaan terkapar di lantai kamar TV dengan leher sobek serta diketemukan gergaji dengan noda darah," ungkap Farid.

Warga kemudian melarikan korban Astutik ke UGD RS Marsudi Waluyo untuk mendapatkan perawatan. Pelaku dibawa oleh warga ke IGD Puskesmas Singosari. Setelah mendapat perawatan dari puskesmas, pelaku kemudian dibolehkan pulang.

Baca Juga: Suami di Sumenep Aniaya Istri hingga Tewas, Gegara Ditolak Bercinta

Sampai di Polsek Singosari, pelaku mulai sempoyongan dan muntah.

"Polisi langsung memangil ambulans untuk membawa pelaku ke Puskesmas Singosari lagi. Namun dalam perjalanan ia tewas," paparnya.

Untuk istri pelaku kini telah dirujuk ke RSSA Malang guna menjalani perawatan.

"Selain mengamankan BB satu gergaji kayu, ada 4 saksi yang kami periksa dalam perkara suami menggorok istri dengan gergaji ini," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.