Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Hasil Rapid Test Reaktif, Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi/ jatimnow.com
Ilustrasi/ jatimnow.com

jatimnow.com - Pemeriksaan rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi dini Covid-19 banyak dilakukan masyarakat. Yang lagi marak kali ini adalah penyebutan positif Corona berdasarkan rapid test.

"Rapid test itu hasilnya bukan positif atau negatif. Tapi hasilnya adalah reaktif atau non reaktif," tegas Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo, dr Tjatur Priambodo MKes, dalam video yang dilihat redaksi, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Ia menjelaskan, apabila hasil rapid test menunjukkan reaktif itu menunjukkan tubuhnya sudah mempunyai antibodi terhadap virus.

"Mempunyai antibodi semua virus dan tidak selalu Virus Corona saja. Sedangkan untuk non reaktif, itu menunjukkan jika tubuhnya tidak mempunyai antibodi terhadap virus," ujar dia.

"Diasumsikan karena tidak mempunyai antibodi maka virus itu belum masuk ke dalam dirinya atau sudah masuk tetapi belum menunjukkan virulensi virus yang hebat sehingga membuat reaktif itu," imbuhnya.
Menurutnya, dalam konteks non reaktif itu tidak masalah tetapi yang menjadi masalah adalah pada saat dikatakan reaktif.

Baca Juga: Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit Awards, Supporting Pemulihan Dampak Pandemi

Screenshot video Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo, dr Tjatur Priambodo MKes

"Dan di luaran yang ada adalah yang bersangkutan disebut positif Corona. Tidak bisa. Disebut positif Corona hanya bisa dilakukan dengan swab tenggorokan atau PCR (polymerase chain reaction). Ini hanya ada di pemerintahan rumah sakit atau Litbangkes," papar dia.

Ia berharap sebelum ada pemeriksaan PCR jangan menyebut seseorang itu positif atau negatif Corona.

Baca Juga: Kontribusi Petrokimia Gresik Mendukung Jatim Bangkit Mendapat Apresiasi

"Efeknya sangat dahsyat. Padahal hanya rapid test nya reaktif yang belum tentu itu Virus Corona. Efeknya bukan hanya yang bersangkutan, tetapi juga keluarganya menjadi terdampak. Belum lagi dia dikucilkan, atau Allah mentakdirkan dia meninggal dan jenazahnya ditolak hanya gara-gara rapid test nya disebut reaktif yang belum tentu positif Corona," jelasnya.

"Jangan mudah-mudah mengatakan seseorang positif Corona karena di tengah pandemi Covid-19 ini hal itu sangat sensitif. Jaga diri, jangan mudah berkomentar berlebihan. Hingga kini PCR, swab tenggorokan jadi satu-satunya pegangan untuk mengatakan seseorang positif Corona dan bukan dari rapid test," tandasnya.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.