Selasa, 16 Jun 2026 05:43 WIB

Polda Jatim Bentuk Covid Hunter Antisipasi Pasien Corona Kabur

Polda Jatim membentuk Tim Covid Hunter untuk memburu apabila ada pasien Covid-19 yang kabur dari rumah sakit (Foto: Republika/Dadang Kurnia)
Polda Jatim membentuk Tim Covid Hunter untuk memburu apabila ada pasien Covid-19 yang kabur dari rumah sakit (Foto: Republika/Dadang Kurnia)

jatimnow.com - Polda Jatim membentuk Tim Covid Hunter untuk memburu apabila ada pasien Covid-19 yang kabur dari rumah sakit. Tim ini diisi personel gabungan dari Ditreskrimum dan Biddokkes serta Dinas Kesehatan Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan, tim ini nantinya akan bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Kita akan bekerja sama dengan rumah sakit, minta data nama-nama pasien, nanti yang kabur atau pergi tanpa izin kita amankan. Kita akan melakukan upaya paksa dan kita kembalikan ke rumah sakit rujukan," ujar Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (28/4/2020).

Luki menjelaskan, alasan dibentuknya Tim Covid Hunter adalah karena adanya rumah sakit yang melapor, terkait adanya pasien dalam pengawasan (Covid-19) yang tengah dalam perawatan, namun kabur atau meninggalkan rumah sakit tanpa izin. Luki juga mengaku mendapat laporan terkait banyaknya PDP dan orang dalam pemantaun (ODP) di wilayah setempat, yang harusnya mengkarantina diri selama 14 hari, namun malah berkeliaran.

"Covid Hunter ini dibentuk karena ada laporan dari rumah sakit ada PDP yang kabur atau ke luar tanpa izin. Ada juga PDP yang karantina mandiri di rumah, ternyata mereka berkeliaran," ujar Luki.

Terbaru, kata Luki, di pos penjagaan Bundaran Waru, yang merupakan perbatasan Sidoarjo-Surabaya, ada ODP Covid-19 yang berkeliaran. Bahkan, yang bersangkutan diakuinya sempat akan melarikan diri. Beruntung petugas mampu mengejarnya dan akan dikembalikan ke rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Dia katanya pulang dari Tangerang, ada surat ODP-nya tapi berkeliaran. Udah diamankan petugas, akan kita kembalikan ke rumah sakit rujukan," kata Luki.

Luki mengatakan, Tim Covid Hunter yang dibentuk, beranggotakan 15 orang gabungan dari Ditkrimum, Biddokkes, dan Dinkes Jatum. Kesemuanya akan secara bergantian berpatroli selama 24 jam. Rumah sakit bisa langsung melapor ketika ada pasien yang kabur atau pergi tanpa melapor, sehingga tim tersebut bisa langsung melakukan penangkapan.

 

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.