Kamis, 18 Jun 2026 16:26 WIB

Tangani Pasien Covid-19, Seorang Dokter di RSU dr Soewandhi Meninggal

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 28 Apr 2020 01:26 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu dokter yang bertugas di IGD RSU dr Soewandhie Surabaya.

Almarhum yang bernama Berkatnu Indrawan Janguk itu merupakan salah satu pejuang medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan almarhum semasa hidupnya memiliki riwayat penyakit asma.

Tiga pekan lalu, almarhum juga sempat melakukan tes swab di RSUD Soewandhie dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.

"Dia memang punya penyakit bawaan asma, terus kemudian kemarin itu awal swab nya positif Covid-19, terus dirawat sembuh sudah. Kemudian, swab nya negatif tiga kali," kata Febria Rachmanita dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (27/4/2020) malam.

Bahkan, kata Feni, beberapa hari terakhir saat dirawat di ICU, kondisi almarhum membaik. Bahkan, tadi pagi kondisinya juga membaik. Namun kemudian, terjadi pembengkakan pada jantung.

Baca Juga: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

"Tadi pagi saat dirawat di ICU kondisinya membaik. Terus saya dikabari tadi jam 17.46 Wib meninggal dunia. Padahal sudah negatif semua, tiga kali tes swab hasilnya negatif," ujarnya.

Feni mengungkapkan, kebetulan waktu itu, almarhum adalah dokter yang menangani pasien Covid-19 asal Pemalang. Akan tetapi, karena pasien itu tidak mengaku kalau positif Covid-19, akhirnya almarhum ikut terpapar.

"Pertama kali almarhum ambil swab itu tiga minggu yang lalu dan hasilnya positif. Terus swab lagi negatif, terus swab lagi negatif. Tapi, ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun," jelasnya.

Baca Juga: Dokter Baru FK Unusa Siap Taklukkan Lumpur Pedalaman Papua

Menurutnya, karena memiliki riwayat asma, mungkin saja almarhum seringkali membuka masker saat merawat pasien.

Namun begitu, Feni berharap, ke depan tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hinggal meninggal saat menangani pasien Covid-19, baik itu perawat maupun dokter.

"Perawat sama dokter adalah garda terdepan. Walaupun mereka menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap, tapi saya harap tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hingga meninggal," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.