Minggu, 14 Jun 2026 20:50 WIB

Perangi Miras, Prajurit TNI Kecanduan akan Diproses Secara Militer

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 08 Mei 2018 12:38 WIB
TNI AU di Lanud Iswahjudi saat melaksanakan pengibaran bendera.
TNI AU di Lanud Iswahjudi saat melaksanakan pengibaran bendera.

jatimnow.com - Tidak hanya jajaran kepolisian yang menyatakan perang terhadap minuman keras (Miras). TNI yang ada di pangkalan Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan, juga mengikrarkan diri untuk memerangi barang haram tersebut.

Apalagi, Lanud Iswahjudi juga menjadi penjaga keamanan negara di udara. "Kami menyatakan perang terhadap miras," kata Letkol Kes dr Budhi Pranowo, Kepala RSAU dr Efram Harsana Lanud Iswahjudi.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Ia mengatakan, jika ada prajurit yang berobat ke RSAU karena kecanduan miras tentu tetap akan diobati. Namun di sisi lain pasti akan diproses secara kemiliteran.

"Kalau ada yang berobat karena sakit pasti disembuhkan. Tapi jika terlihat kecanduan pasti akan kami periksa dan diproses secara kemiliteran," tegasnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Ia juga menegaskan terhadap anggota jika anaknya ada tanda-tanda kecanduan miras harus diwaspadai.

Diantaranya, mata merah, mual muntah, flu/pilek tanpa sebab, sering sakit, sakit kepala, depresi, keringat berlebih, mulut kapas (sering membasahi bibir atau rasa haus berlebihan), sering mimisan, perubahan nafsu makan atau pola tidur dan kejang tanpa riwayat epilepsi.

“Kita sebagai orang tua harus waspada banyak tanda dan gejala penyalahgunaan yang mirip dengan kesehatan mental misalnya depresi atau gangguan kecemasan,” ungkap Budhi.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.