Senin, 15 Jun 2026 18:54 WIB

Disebut Jadi Klaster Baru Covid-19, Desa Temboro Magetan Dikarantina

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 21 Apr 2020 16:27 WIB
Virus Corona (Foto: Wikipedia)
Virus Corona (Foto: Wikipedia)

jatimnow.com - Warga Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan dikarantina, menyusul pengumuman dari Pemerintah Malaysia yang menyebut ada 43 warganya yang menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19).

"Sudah ada kesepakatan antara Pemkab Magetan, desa dan Ponpes Temboro untuk menerapkan physical distancing," kata Bupati Magetan, Suprawoto, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Bupati Suprawoto menjelaskan, setelah karantina diterapkan, ruang gerak warga Desa Temboro dibatasi. Selama karantina, semua bahan pangan masyarakat Desa Temboro akan disuplai dari pemkab.

Baca juga: 

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Semua yang nanggung Pemkab Magetan. Bahan makanan kami yang suplai. Mereka yang ada di Temboro tidak bisa keluar. Yang dari luar juga tidak bisa masuk," tambahnya .

Setelah muncul sebutan Klaster Temboro, Pemkab Magetan langsung melakukan pendataan ulang di ponpes itu. Hasilnya, sekitar 227 santri asal Malaysia masih berada di ponpes. Mereka memilih bertahan meski ribuan santri lainnya pulang bertahap.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

Bupati Suprawoto mengaku sudah melakukan kontak dengan Kedutaan Malaysia. Dalam komunikasi itu, Kedutaan Malaysia akan memberikan fasilitas bila 227 santri asal Malaysia itu mau pulang.

Namun sebelum pulang, 227 santri itu harus melalui screening dengan rapid test untuk mengurangi risiko yang ada. Jika hasil rapid test-nya positif, tentu santri tersebut tidak diperbolehkan kembali Malaysia karena harus mengikuti serangkaian tes swab.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.