Kamis, 18 Jun 2026 09:13 WIB

Kisah Penjual Pecel Sumbangkan Uang Umrohnya untuk Penanganan Corona

Sunarsih berikan tabugannya kepada Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin
Sunarsih berikan tabugannya kepada Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin

jatimnom.com - Langkah seorang wanita penjual nasi pecel di Kota Probolinggo ini pantas untuk ditiru.

Ia rela menyerahkan uang tabungannya yang akan digunakan sebagai biaya pendaftaran umroh untuk disumbangkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo guna membantu penanganan Virus Corona (Covid-19).

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

Wanita itu adalah Sunarsih, asal Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dengan naik sepeda motornya, ia datang ke Kantor Wali Kota Probolinggo yang berada di Jalan Pangliman Sudirman untuk menyerahkan celengan atau tabungan miliknya untuk disumbangkan kepada pemerintah.

"Saya datang untuk menyerahkan hasil tabungan kepada pemerintah daerah guna penanganan Covid-19 yang saat ini tengah mewabah," kata Sunarsih, Senin (20/4/2020).

Ia menyebut, uang yang ada dalam celengannya semuanya berisi uang koin pecahan seribu rupiah yang dikumpulkan selama 3 tahun.

"Pertama niat saya tabungan ini untuk biaya pendaftaran ibadah umroh. Namun karena prihatin dengan adanya Virus Corona, saya menunda niatan itu dan uang tabungan ini saya berikan untuk penanganan wabah itu," tegasnya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Sunarsih mengatakan jika dirinya belum menghitung secara pasti berapa besaran nominal yang ada dalam tabungan miliknya.

"Saya belum hitung berapa jumlah hasil menabung selama 3 tahun kemarin. Yang penting saya ikhlas untuk disumbangkan untuk pemerintah," ujarnya.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin merasa senang dengan sikap warganya untuk menyumbangkan tabungannya guna penanganan Covid-19.

Baca Juga: Suasana Haru Sambut 312 Jemaah Haji Probolinggo di Kantor Wali Kota

"Jadi bukan dinilai dari besaran uang yang disumbangkannya. Namun dia rela dan ikhlas sampai rela kehilangan umrohnya," kata Hadi Zainal Abidin.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.