Selasa, 16 Jun 2026 21:35 WIB

Wabah Virus Corona

227 Santri asal Malaysia di Ponpes Temboro Magetan akan Discreening

Rapat koordinasi antara Pemkab Magetan dan Ponpes Temboro terkait pemulangan para santri beberapa waktu lalu (Foto: Dok. jatimnow.com)
Rapat koordinasi antara Pemkab Magetan dan Ponpes Temboro terkait pemulangan para santri beberapa waktu lalu (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyebut bahwa ada sekitar 227 santri asal Malaysia yang masih berada di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro. Mereka memilih bertahan meski ribuan santri lainnya pulang bertahap.

"Setelah didata ulang, masih ada 227 santri asal Malaysia yang bertahan di Ponpes Temboro," ungkap Bupati Magetan, Suprawoto, Senin (20/4/2020).

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Bupati Suprawoto mengaku sudah melakukan kontak dengan Kedutaan Malaysia. Dalam komunikasi itu, Kedutaan Malaysia bertanggungjawab dengan 227 santri yang ada di Kabupaten Magetan.

Baca juga:  Ponpes Temboro Magetan Disebut Jadi Klaster Baru Covid-19

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Saya sudah tanyakan. Jika mereka ingin pulang bagaimana. Ternyata pihak pemerintah Malaysia akan memfasilitasinya," jelasnya.

Namun sebelum pulang, lanjutnya, 227 santri itu harus melalui screening dengan rapid test untuk mengurangi risiko yang ada. Jika hasil rapid test-nya positif, tentu santri tersebut tidak diperbolehkan kembali Malaysia karena harus mengikuti serangkaian tes swab.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

"Jika hasilnya juga terkonfirmasi positif tentu harus dirawat terlebih dahulu. Jangan sampai menyebarkan virus ini ke orang lain," tegas Bupati Suprawoto.

Tracing ulang itu dilakukan Pemkab Magetan setelah Pemerintah Malaysia mengumumkan 43 santri yang belajar di Ponpes Temboro Magetan terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19). Dari itu mencuat sebutan Klaster Temboro.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.