Jumat, 12 Jun 2026 09:02 WIB

Menikmati Sate Blendet Ponorogo dengan Bumbu Rempah-rempah

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 19 Apr 2020 16:52 WIB
Sate blendet Ponorogo
Sate blendet Ponorogo

jatimnow.com - Selain sate ayam, Ponorogo juga terkenal dengan menu kuliner lainnya yang wajib dinikmati, yaitu sate blendet. Jika sate ayam menggunakan bumbu kacang, sate blendet menggunakan bumbu kuning yang kaya rempah-rempah.

Istilah blendet diambil karena bentuk bumbunya seperti lumpur yang dalam Bahasa Jawa dikenal dengan sebutan blendet.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Salah satu penjual sate blendet, Endang Retnowati (55) menjelaskan, bumbu blendet terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, santan dan kunyit.

"Bumbunya beda, pakai bumbu kuning," tutur Endang saat ditemui jatimnow.com di warungnya yang terletak di Desa Karangan, Kecamatan Balong, Minggu (19/4/2020).

Endang menambahkan, resep sate blendet sudah turun temurun. Generasi pertama yaitu neneknya, sudah menjual sate blendet sejak Tahun 1965. Dari tahun itu, bumbunya tidak pernah berubah.

Sate blendet PonorogoSate blendet Ponorogo

"Ini sudah turun temurun, saya tinggal meneruskan," jelas Endang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurutnya, setelah sate dibakar, sate kemudian dicelupkan ke dalam blendet. Selain bumbunya yang berbeda, sate blendet tidak berpasangan dengan lontong melainkan dengan nasi dan bumbu tahu kecap yang menggugah selera.

Saat dimakan bersamaan, keduanya memiliki perpaduan rasa yang pas. Gurihnya sate ditambah nikmatnya bumbu tahu semakin menggoyang lidah.

"Seporsi sate blendet dijual Rp 12 ribu. Kalau nasi bumbu tahu dijual Rp 8 ribu," terang Endang.

Dalam sehari, Endang menghabiskan 100 tusuk sate, bahkan hingga 200 tusuk. Jika sedang ramai pemesan, hanya empat jam sate yang dijualnya sudah ludes.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

"Jam tujuh atau delapan malam kadang sudah habis," tambah Endang.

Sementara itu, salah satu pembeli Anita Kusuma Wardhani mengaku baru pertama kali mencoba sate blendet karena penasaran dengan tampilan yang berbeda.

"Rasanya enak, beda dengan sate pada umumnya. Biasanya kan sate bumbu kacang ini bumbunya kuning, ada gurih dari santannya," pungkas Anita.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.