Rabu, 17 Jun 2026 07:08 WIB

Cerita Sopir Ambulans di Jatim Antar Jenazah Positif Covid-19

Driver ambulans yang mengantar jenazah Covid-19 ke pemakaman
Driver ambulans yang mengantar jenazah Covid-19 ke pemakaman

jatimnow.com - Para pengemudi ambulans yang berjibaku mengantar jenazah pasien positif Virus Corona (Covid-19) hingga ke pemakaman disapa oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui video conference (vicon).

Dalam vicon itu, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para driver (sopir) ambulans berupa tali asih masing-masing Rp 1 juta atas dedikasi luar biasa yang sudah mereka diberikan.

Baca Juga: PMI Jember Punya Ambulans Jenazah Gratis 24 Jam, Ini Nomornya

Gubernur Khofifah mengajak berbincang dengan para sopir ambulans yang berasal dari RSU dr Soetomo, RSU Haji, RSJ Menur, juga Dandim Nganjuk.

Termasuk, dua orang driver ambulans yang distanbykan di Grahadi. Mereka cerita tentang mengantar jenazah pasien positif covid-19, hingga proses pemakaman, dan penerimaan warga sekitar. Dimana, mereka ada yang pernah mengantar jenazah ke Nganjuk, Bangkalan, maupun di Putat Surabaya.

"Mereka ini yang sehari-harinya berjibaku dalam penugasan mengantarkan jenazah ke pemulasaraan. Di sini ada pengendara ambulans dari RS Haji, RSJ Menur, RSU dr Soetomo dan juga yang hadir di sini langsung driver ambulans yang sehari-hari standy di Grahadi. Silahkan jenengan menceritakan pengalaman selama mengantarkan jenazah dan pesan apa yang ingin jenengan semua sampaikan pada masyarakat di tengah pandemi ini," ucap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat(17/4/2020) malam.

Menanggapi pertanyaan dari Gubernur Khofifah, hampir semua driver tersebut rata-rata awalnya merasa khawatir saat memulasarakan jenazah.

Namun, rasa khawatir itu selalu berubah lega saat jenazah pasien Covid-19 tersebut bisa diterima dengan baik oleh warganya.

"Awalnya saat mengantar jenazah deg-deg an, was-was, kami sempat khawatir ada penolakan dari masyarakat setempat. Tapi Alhamdulilah dalam proses pemakaman para jenazah pasien Covid-19 ini bisa diterima oleh masyarakat. Bahkan, kami juga sudah berkoordinasi dengan kapolsek dan koramil, sehingga prosesnya berjalan lancar," terang Tri Prasetya, driver RSJ Menur yang pernah mengantar jenazah pasien positif Covid-19 ke Nganjuk.

Semua driver ambulans tersebut mengaku bahwa selama bertugas mengantar jenazah pasien covid-19 tersebut mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan lengkap. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan diri mereka selama bertugas.

Baca Juga: Astra Salurkan 35 Ambulans untuk Percepat Akses Medis di Daerah

"Kami memang sempat khawatir saat mengantarkan jenazah. Tapi karena menggunakan APD lengkap selama bertugas, kami merasa cukup aman dan yakin tidak akan ada transmisi atau penularan saat proses pemulasaraan," ucap Nizam, salah satu driver ambulans yang standby di Grahadi.

"Dan setiap mengantar jenazah tersebut kami hanya 2 orang yaitu driver dan perawat 1 orang," imbuhnya.

Seluruh driver ambulans ini meminta kepada para warga masyarakat untuk tinggal di rumah mengikuti anjuran pemerintah.

Bagi mereka yang melaksanakan tugas memulasarakan jenazah setiap harinya mereka mengaku miris jika masih banyak masyarakat yang masih belum aware untuk tetap tinggal di rumah guna menghentikan mata rantai penularan virus.

Terkait pemakaian APD lengkap ini, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa ini memang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri. Menurutnya, dengan memakai APD tentunya para driver akan merasa lebih tenang selama bertugas.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Ungkap Tantangan Terberat di Hari Keenam Pencarian

"Tanggung jawab melaksanakan pekerjaan sampai tuntas adalah kewajiban. Namun menjaga keselamatan diri juga harus dilakukan salah satunya dengan memakai APD," tegasnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jatim ini juga mengapresiasi masyarakat Jatim yang bisa menerima jenazah pasien positif Covid-19 di wilayahnya.

Ini berarti, proses sosialisasi ke masyarakat telah berlangsung dengan sangat baik. Terlebih, proses pemulasaraan jenazah pasien positif Covid-19 sudah dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang ketat.

"Inilah yang harus terus kita lakukan, dimana proses sosialisasinya berlangsung baik. Sehingga, tidak ada kendala saat proses pemulasaraan jenazah Covid-19. Ini contoh yang baik karena menunjukkan bahwa masyarakat Jatim bisa menerima saat ada pemakaman jenazah covid-19 di wilayahnya," pungkas Gubernur Khofifah.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.