Jumat, 19 Jun 2026 11:31 WIB

Wabah Virus Corona

Machfud Arifin Jawab Keluhan Para Ibu Hamil di Surabaya dengan Bantuan

Cawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat memberikan bantuan kepada para ibu hamil (Foto-foto: Jajeli Rois/jatimnow.com)
Cawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat memberikan bantuan kepada para ibu hamil (Foto-foto: Jajeli Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wabah Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya Surabaya berdampak pada kehidupan dan perekonomian warga. Salah satu yang merasakan dampaknya yaitu ibu hamil.

Sejumlah ibu hamil mempunyai suami yang dirumahkan dan tidak bekerja serta pedagang kaki lima (PKL) yang omzet penjualannya menurun drastis. Dampaknya, ibu hamil yang biasanya rutin minum susu sehari sekali, kini berkurang menjadi dua hari sekali.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Empat ibu hamil perwakilan warga yang tinggal di kawasan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya menyampaikan keluhannya di hadapan Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan anggota DPRD Kota Surabaya Imam Syafii.

"Suami saya jualan pangsit. Biasanya sehari dapat Rp 500 ribu, sekarang (saat wabah Corona) sehari dapat uang Rp 200 ribu," ujar Muqomah, ibu hamil yang tinggal di Kedung Turi, Kedungdoro saat menyampaikan keluhannya di kediaman Machfud Arifin di Surabaya, Jumat (17/4/2020).

Cawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud ArifinCawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin

Menurut Muqomah, biasanya ia bisa menabung hingga Rp 100 ribu dari hasil dagangan suaminya sebelum Corona mewabah. Namun saat ini, dagangan suaminya sepi.

"Sekarang dapat Rp 200 ribu itu belum untuk belanja. Sekarang nggak bisa nabung lagi, hasilnya untuk beli beras saja sudah alhamdulillah," tutur Muqomah yang hamil 8 bulan itu.

Keluhan juga disampaikan Risma Yulia Ariani. Ibu hamil 7 bulan ini bercerita bahwa suaminya sudah tidak bekerja lagi karena dirumahkan. Sebelum terjadi wabah Corona, ia rutin minum susu dan makan buah-buahan setiap hari. Kini porsi makan buah dan minum susu dikurangi.

"Biasanya seminggu beli susu satu kardus. Sekarang tiga minggu sekali baru beli susu," ungkap Risma.

Risma mengucapkan terima kasihnya kepada Machfud Arifin yang memberikan bantuan susu untuk ibu hamil, juga paket sembako. Ia berharap wabah Corona ini segera berakhir.

"Terima kasih bantuannya bisa menambah nutrisi saya dan jabang bayi saya. Mudah-mudahan wabah Covid ini segera berakhir," harapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, Machfud Arifin menerangkan bahwa dirinya mendapatkan masukan dari tim lapangan, bahwa ada ibu-ibu hamil yang perekonomian suaminya terdampak Virus Corona.

Cawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat mendengarkan keluhan para ibu hamil di kediamannyaCawali Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat mendengarkan keluhan para ibu hamil di kediamannya

"Ada yang kerja di-PHK, istrinya dalam kondisi hamil. Ada yang pedagang pangsit mie sudah tidak mendapatkan hasil. Saya mendapatkan masukan tim saya yang ada di lapangan sehingga saya berinisiasi memanggil perwakilannya bertemu saya dan kita memberikan sembako dan ada susu ibu hamil," papar Machfud Arifin.

"Ini sebagai stimulus bagi pemerintah daerah untuk segera diperhatikan. Karena mereka ada yang tidak MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)," tutur Calon Wali Kota Surabaya yang diusung koalisi partai PKB, Gerindra, PAN, PPP, Demokrat, NasDem dan Partai Golkar ini.

Machfud berharap mereka yang belum terdata sebagai MBR untuk segera dimasukkan data dan mendapatkan bantuan, agar kondisi ibunya tetap sehat dan kandungannya juga tetap sehat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kasihan karena nanti dampaknya bisa stunting kalau bayinya kurang gizi. Makanya kita berikan bantuan susu ibu hamil. Kita berharap ibu-ibu hamil jangan stres karena kalau stres nanti berdampak pada kandungannya," tambahnya.

Arek asli Ketintang Surabaya ini berharap wabah Corona segera berakhir.

"Kita berharap Virus Corona berakhir lah. Yang terpenting bagi ibu-ibu secara pribadi dan keluarga untuk bisa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, kemudian berjaga jarak, kalau nggak penting amat jangan keluar. Keluar rumah harus pakai masker," paparnya.

Diketahui, tren jumlah pasien positif Corona di Surabaya terus meningkat. Atas dasar itulah, Machfud Arifin memutuskan tidak bertemu dengan warga dalam jumlah yang banyak.

"Hati-hati dan ikuti anjuran pemerintah. Saya taat aturan pemerintah makanya saya tidak mau bertemu dengan massa dalam jumlah banyak. Padahal saya ingin bisa bersilaturahmi dengan warga," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.