Kamis, 11 Jun 2026 14:11 WIB

Wabah Virus Corona

Pemuda Muhammadiyah Desak Pemprov Jatim Petakan Daerah Layak PSBB

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 14 Apr 2020 18:21 WIB
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Jatim, Edi Utomo
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Jatim, Edi Utomo

jatimnow.com - Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk segera memetakan daerah yang seharusnya layak mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Memang, penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Jatim terus meluas. Dari 38 kabupaten dan kota di Jatim, sudah 31 daerah menjadi zona merah atau daerah terjangkit Corona. Bahkan di beberapa daerah dengan jumlah kasus tertinggi belum menunjukkan penurunan.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Dibutuhkan ketegasan dari pemerintah daerah untuk lebih konkret dalam mengambil kebijakan terkait pembatasan sosial. Khususnya bagi Pemprov Jatim," kata Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Edi Utomo, Selasa (14/4/2020).

Edi menambahkan, Pemuda Muhammadiyah Jatim mendesak agar pemerintah segera memetakan daerah-daerah yang menjadi episentrum peningkatan jumlah kasus Covid-19. Pemetaan itu selanjutnya dapat dijadikan dasar untuk segera mengusulkan PSBB ke pemerintah pusat.

"Jangan hanya menunggu usulan dari daerah. Karena Pemprov (Jatim) bisa pro aktif mengusulkan ke pusat atau berkoordinasi dengan daerah untuk penerapan PSBB itu," tambahnya.

Menurut Edi, penerapan PSBB di Jatim tidak dapat hanya diputuskan satu daerah saja. Karena imbas dari PSBB juga akan berdampak pada daerah lain di sekitarnya.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Misalnya PSBB diterapkan di Kota Surabaya, secara otomatis akan terkait dengan daerah di sekitarnya seperti Sidoarjo dan Gresik. Sehingga dibutuhkan koordinasi yang intensif oleh Pemprov Jatim sebelum menerapkan PSBB.

"Pemprov perlu terlibat dalam mengidentifikasi berbagai dampak yang terjadi jika satu daerah menerapkan PSBB. Karena Sidoarjo dan Gresik merupakan penyanggah Kota Surabaya. Ini harus dilihat secara utuh," ujarnya.

"Begitu pun jika Kota Malang menerapkan PSBB, maka dampaknya juga akan dirasakan Kabupaten Malang sampai Kota Batu," terangnya.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Ia juga menyatakan bila PSBB diterapkan, maka akan berdampak efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Jatim. Karena itu, kepala daerah harus siap meletakkan ego sektoralnya untuk dapat duduk bersama mencari solusi terbaik.

"Surabaya menjadi kota yang paling tinggi jumlah kasusnya. Sementara arus orang yang keluar masuk Kota Surabaya setiap hari masih sangat besar. Maka potensi penyebarannya masih akan terus terjadi pada beberapa daerah di Jatim," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.