Jumat, 19 Jun 2026 23:36 WIB

Tangkal Virus Corona, Ponorogo Gelar Kirab Pusaka hingga Doa Bersama

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 14 Apr 2020 13:22 WIB
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat mengikuti kirab pusaka
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat mengikuti kirab pusaka

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengirab tiga pusaka di Bumi Reog. Kirab itu dipercaya menjadi salah satu menangkal Virus Corona (Covid-19) yang dalam istilah Jawa dikenal dengan pagebluk.

Ketiga pusaka yang dikirab itu adalah Tombak Kiai Tunggul Nogo, Payung Tunggul Wulung dan Angking Cinde Puspito. Ketiga pusaka itu biasanya hanya dikeluarkan satu tahun sekali saat Grebeg Suro digelar.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Karena Covid-19 mewabah, ketiga pusaka yang biasanya tersimpan rapi di Rumah Dinas Pringgitan Bupati Ponorogo, kali ini dikeluarkan.

"Kegiatan dinihari ini mengeluarkan tiga pusaka kabupaten untuk dikirab keliling Alun-alun Ponorogo," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Selasa (14/4/2020).

Kirab pusaka di PonorogoKirab pusaka di Ponorogo

Dia menyebut, kirab itu merupakan bagian dari ikhtiar. Juga sarana untuk memohon kepada Allah agar Virus Corona segera sirna dari Ponorogo dan Indonesia.

"Biasanya hanya satu tahun sekali, jelang Grebeg Suro. Karena ada kejadian luar biasa, sesepuh memberi saran agar tiga pusaka itu dikeluarkan dan dikirabkan," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bupati Ipong menambahkan, karena dahulu setiap ada musibah tiga pusaka tersebut juga dikeluarkan.

"Tiga pusaka keluar, lalu kami kirabkan. Untuk kali ini hanya keliling alun-alun saja. Kalau biasanya kan ke Makam Batoro Katong," paparnya.

Selain mengirab tiga pusaka itu, di Rumah Dinas Pringgitan juga digelar tajkil serta doa bersama dipimpin kiai asal Tegalsari.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara itu, koordinator acara Sunarto menyebut, ritual ini dilakukan untuk tolak bala agar pagebluk ini bisa segera berakhir. Bedanya, kata dia, biasanya ketiga pusaka hanya dikeluarkan. Namun semalam, hanya satu pusaka yaitu Tombak Kiai Tunggul Nogo yang dibuka.

"Untuk dua lainnya tetap ditutup. Tujuannya tombaknya untuk tolak bala," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.