Jumat, 12 Jun 2026 13:59 WIB

Ini Pesan Pemudik di Rumah Isolasi Banyuwangi Putus Mata Rantai Corona

Aktifitas di rumah singgah bagi pemudik
Aktifitas di rumah singgah bagi pemudik

jatimnow.com - Memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Banyuwangi, para pemudik dari zona merah diminta untuk sadar diri untuk menjalani masa karantina 14 hari.

Kabupaten Banyuwangi sendiri menyediakan 262 rumah singgah yang tersebar di 217 desa/kelurahan dengan 622 kamar sebagai tempat isolasi bagi pemudik untuk 'mengkarantina' diri.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi misalnya, telah ditempati oleh Gilda, yang pulang dari kampusnya di Bogor, 30 Maret lalu. Ia, menyadari bahwa dirinya termasuk Orang Dengan Resiko (ODR).

"Begitu mendarat di Bandara Banyuwangi, saya langsung ke rumah singgah untuk isolasi. Saya enggak mampir ke rumah biar tidak ada kontak dengan keluarga," ujar Gilda, Rabu (8/4/2020).

Meskipun memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 dan tidak merasakan gejala klinis apapun, Gilda mengaku tidak mau dijemput keluarganya dan memilih untuk naik taksi.

"Ini bukan soal merasa sakit atau tidak sakit, tapi kedisplinan dan kesadaran diri. Kita harus ambil tanggung jawab mencegah Covid-19," katanya.

"Tanggung jawab orang yang baru datang dari luar daerah salah satunya melakukan isolasi 14 hari. Bisa isolasi di rumah singgah atau di rumah masing-masing, yang penting disiplin. Ini kita lakukan untuk diri sendiri dan keluarga tercinta," imbuh Gilda.

Sebelum pulang, Gilda mencari informasi tentang rumah isolasi. Dia juga membaca informasi di media sosial Pemkab Banyuwangi jika di setiap desa telah disediakan rumah isolasi.

Di rumah isolasi itu, juga ada warga lain yang baru pulang dari daerah terjangkit.

Baca Juga: Amankan Mudik Lebaran 2026, Kabasarnas Cek Armada Laut di Tanjung Perak

"Saya mengisi waktu dengan membaca buku, review tugas-tugas kuliah. Di sini nyaman," ujarnya.

Kepala Desa Kaliploso, Rudi Hartono mengatakan selama berada di rumah isolasi untuk kebutuhan pokok warga ditanggung pemerintah desa. Mereka juga diperiksa rutin oleh tim puskesmas.

"Alhamdulillah, hingga hari ke-9 isolasi, tidak ada yang menunjukkan gejala sakit. Semoga terus seperti ini," kata Rudi.

Ia mengaku juga menyulap ruangan kantor desa untuk rumah isolasi. Total ada delapan kamar disiapkan.

Baca Juga: Daftar Tarif Tol Jakarta Surabaya 2026 untuk Mobil Pribadi

Di desa lain, sejumlah warga juga telah menempati rumah isolasi yakni di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

"Di antaranya ada yang baru pulang dari Malang dan Sidoarjo. Warga telah diperiksa puskesmas. Kebutuhan dasarnya juga ditanggung," ujar Kades Jambewangi, Ali Masykur.

Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi mengaku telah berkoordinasi intens dengan tim di rumah singgah. Dokter, perawat, bidan, dan tim surveilans rutin memeriksa kondisi kesehatan warga di rumah isolasi.

"Ada yang mengalami gejala ringan. Kami masukkan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kita beri obat dan vitamin, kita instruksikan berolahraga, menjaga jarak, berjemur," kata Hadi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.