Selasa, 16 Jun 2026 11:51 WIB

Meninggal Akibat Serangan Jantung, Jenazah Pria ini Ditolak Warga

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Meski meninggal akibat sakit jantung, jenazah seorang pria yang kontrak di Magetan, ditolak warga sebuah desa di Kabupaten Madiun. Kepanikan warga terhadap Virus Corona (Covid-19), menjadi pemicunya.

Pria itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman, Magetan. Setelah meninggal, jenazahnya hendak dimakamkan di rumah mertuanya di Desa/Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Sering Ngorok? Pramita Surabaya Siapkan Tes Sleep Apnea

"Sudah mau diberangkatkan ke Madiun, tapi kita menerima telepon dari keluarga kalau warga keberatan. Akhirnya kita kubur di pemakaman belakang Lapas (Magetan)," ujar Lurah Magetan, Sumarminto, Rabu (8/4/2020).

Sumarminto menambahkan, almarhum mengidap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Almarhum selama ini tinggal bersama kedua anaknya dengan mengontrak sebuah rumah di Jalan Thamrin, Magetan.

"Di sini (Magetan) cuma mengontrak. Dia tinggal bersama kedua anaknya yang masih kecil. Kalau istrinya infonya menjadi TKW," tambah Sumarminto.

Baca Juga: Pramita Surabaya Kembangkan Pusat Rehabilitasi Jantung Modern

Menurutnya, saat menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman, Magetan, almarhum didiagnosa menderita penyakit jantung dan bukan Covid-19.

"Sempat dirawat semalam, dia meninggal dunia. Pihak Kelurahan Magetan kemudian menghubungi keluarganya dan rencananya akan dimakamkan di kampung mertuanya di Madiun," jelasnya.

Baca Juga: Siswi SMK di Tulungagung Meninggal saat Praktik Bersihkan Kamar Hotel

Namun saat jenazah akan diberangkatkan, pihak kelurahan menerima telepon dari keluarga almarhum jika warga menolak jenazah itu. Dalam pengakuannya, warga khawatir terjadi penularan Virus Corona.

"Kita lengkapi juga dengan surat keterangan dari rumah sakit kalau almarhum meninggal dunia karena serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Tapi karena warga di sana tidak menghendaki, kami gotong royong melakukan pemakaman di sini," tandas Sumarminto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.