Pramita Surabaya Kembangkan Pusat Rehabilitasi Jantung Modern
- Penulis : Ali Masduki
- | Sabtu, 16 Mei 2026 13:59 WIB
jatimnow.com - Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong hadirnya layanan rehabilitasi jantung yang tak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga membantu pasien kembali menjalani aktivitas secara aman dan terukur.
PT Pramita mengembangkan layanan rehabilitasi jantung terintegrasi di cabang Ngagel, Surabaya, melalui pemanfaatan teknologi Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET), telemetry, dan Enhanced External Counterpulsation (EECP).
Baca Juga: Sering Ngorok? Pramita Surabaya Siapkan Tes Sleep Apnea
Program tersebut diperkenalkan dalam workshop ilmiah bertajuk Optimizing Cardiac Rehabilitation: Integrating CPET, Telemetry and EECP Therapy into Real-World Practice, Sabtu (16/5/2026).
Vice President Director PT Pramita, dr. Nabil Fachliansyah, mengatakan layanan rehabilitasi jantung bertujuan membantu pasien meningkatkan kualitas hidup setelah mengalami gangguan kardiovaskular.
“Pasien jantung sering kali takut berolahraga setelah didiagnosis atau mengalami serangan jantung. Padahal masih ada aktivitas fisik yang aman dilakukan dengan pengawasan dan evaluasi medis,” ujarnya.
Menurut dia, rehabilitasi jantung memungkinkan pasien tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga dapat kembali beraktivitas secara bertahap sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Tahapan awal program dilakukan melalui pemeriksaan CPET untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit sekaligus menilai kapasitas fungsi jantung dan paru pasien. Hasil evaluasi menjadi dasar dokter spesialis jantung menentukan jenis latihan dan intensitas olahraga yang aman.
Selama latihan berlangsung, kondisi pasien dipantau menggunakan alat telemetry yang bekerja layaknya EKG secara langsung. Pemantauan tersebut memungkinkan tenaga medis melihat detak jantung dan respons tubuh pasien saat berolahraga secara real time.
Baca Juga: Ngorok Bukan Tidur Nyenyak, Kenali Sleep Apnea si Pembunuh Senyap
Demonstrasi pasien rehabilitasi jantung, sedang menjalani terapi Enhanced External Counterpulsation (EECP) di Pramita Ngagel, Surabaya. Alat EECP ini membantu meningkatkan kapasitas jantung dengan cara memberikan kompresi pada tungkai kaki pasien. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Selain itu, tersedia terapi EECP yang digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi sirkulasi dan kapasitas kerja jantung, khususnya bagi pasien dengan gangguan jantung tertentu.
“Intensitas latihan akan ditingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan pasien sehingga mereka bisa beraktivitas lebih baik,” kata dr. Nabil.
Saat ini layanan rehabilitasi jantung baru tersedia di Pramita Ngagel Surabaya. Ke depan, lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi pusat layanan klinik terintegrasi.
Baca Juga: Spesifikasi RS Kemenkes: Super Hub Layanan Kanker, Stroke dan Jantung di Surabaya
“Pramita sekarang bukan hanya melayani laboratorium. Di Ngagel sudah ada klinik rehabilitasi, klinik jantung, dan berikutnya akan hadir layanan klinik kecantikan,” ucapnya.
Workshop yang digelar bersama Cardiology Prevention and Rehabilitation Working Group of Indonesian Heart Association tersebut diikuti dokter umum, dokter spesialis jantung, perawat, dan tenaga kesehatan lain yang fokus pada pengembangan rehabilitasi kardiovaskular.
Salah satu narasumber, Meity Ardiana, memaparkan pentingnya rehabilitasi jantung berbasis praktik klinis nyata agar pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Tak hanya menyasar pasien jantung, layanan rehabilitasi tersebut juga ditujukan bagi individu aktif, atlet, hingga eksekutif perusahaan yang membutuhkan pemantauan kebugaran dan kesehatan jantung secara berkala.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84576-pramita-surabaya-kembangkan-pusat-rehabilitasi-jantung-modern