Jumat, 12 Jun 2026 04:08 WIB

Wabah Virus Corona

Pemijat Tunanetra di Surabaya Berharap ada Perhatian dari Pemkot

Ilustrasi jatimnow.com
Ilustrasi jatimnow.com

jatimnow.com - Merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak pada pemijat tunanetra di Surabaya. Mereka terpaksa tidak berani untuk bekerja karena takut tertular Virus Corona.

Salah satu pemijat tunanetra, Wahyu Setiawan menceritakan ketakutan untuk memijat para pasiennya karena adanya Virus Corona.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Saya sedikit paranoid dan kebetulan pasien saya kan kebanyakan Chinese. Kami beresiko tinggi karena pijat bersentuhan langsung," kata pria berumur 50 tahun itu saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Warga kawasan Sawentar itu menyebut jika teman-temannya lain yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Surabaya juga mengeluhkan tentang tidak bekerjanya mereka saat ini.

"Sudah 3 minggu ini kami tidak kerja. Banyak teman mengeluh karena tanggungan kontrakan rumah.
Kami tolong dibantu, jangan dibiarkan saja," ujar Wahyu yang memiliki dua anak itu.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya, Eni Zuliati mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan jaring pengaman sosial bagi pemijat tunanetra di Kota Pahlawan.

"Pemkot sudah menyiapkan jaring pengaman sosial dan kami sedang mendata dan mengusulkan untuk memberikan bantuan sembako. Sebelumnya, para pemijat tunanetra telah mendapat permakanan karena masuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," katanya.

Ia menyebut, tercatat di Surabaya sendiri ada 153 anggota Pertuni dari berbagai profesi. Mulai dari guru, penjual pracangan dan pemijat.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

Sedangkan untuk therapist di Siola sendiri, Pemkot Surabaya menaungi 15 pemijat tunanetra terdiri dari 8 laki dan 7 wanita.

Khusus untuk therapist di Siola sendiri selama ada Virus Corona memang ditutup untuk sementara guna mencegah penyebaran wabah tersebut.

"Untuk therapist, mereka bisa beraktifitas dan bukan adanya larangan untuk mencari penghasilan.
Cuma kami khawatir bila diteruskan akan menularkan," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.